Selasa, 21 April 2026

Berita Semarang

WFH ASN Berpotensi Jadi Long Weekend, DPRD Kota Semarang Minta BKPP Lakukan Pengawasan Ketat

DPRD Kota Semarang meminta OPD terkait melakukan pengawasan secara ketat terkait kebijakan WFH ASN.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Idayatul Rohmah
SOROTI WFH - Anggota DPRD Kota Semarang Ali Umar Dhani saat wawancara di Gedung DPRD Kota Semarang, Rabu (1/4/2026). Ali menyoroti kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • DPRD Kota Semarang menyoroti kebijakan WFH bagi ASN yang memicu kekhawatiran masyarakat kebijakan ini akan dimanfaatkan untuk libur panjang akhir pekan.
  • Wakil rakyat pun meminta ASN disiplin dan menunjukkan keseriusan mereka bekerja di rumah.
  • DPRD Kota Semarang juga meinta OPD terkait melakukan pengawasan secara ketat agar kebijakan WFH ini tidak disalahgunakan ASN.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) disorot DPRD Kota Semarang, Jawa Tengah.

Anggota DPRD Kota Semarang Ali Umar Dhani mengungkapkan, kebijakan WFH yang akan diberlakukan setiap hari Jumat itu berpotensi disalahartikan sebagai "libur tambahan" jika tidak dijelaskan secara utuh kepada masyarakat.

Menurut Ali, kebijakan tersebut sejatinya tidak berlaku untuk seluruh ASN.

Ia menyebut, hanya pegawai eselon IV, subkoordinator, dan staf yang menjalankan WFH.

Sementara, pejabat eselon II dan eselon III tetap bekerja dari kantor atau work from office (WFO) karena memiliki peran strategis dalam pengambilan kebijakan.

"Jadi, ada WFH untuk para ASN, tapi sebenarnya di aturannya itu yang WFH untuk eselon IV subkor dan staf."

"Untuk eselon III dan eselon II tetap WFO."

"Memang tidak bisa disamaratakan karena sesuai dengan tugas dan fungsinya, juga kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh masing-masing ASN tersebut. "

"Kemudian, kalau esolan II dan eselon III kan kebijakannya, keputusan-keputusan ini dari mereka. Jadi memang harus ada kebijakan khusus dan mereka tetap WFO," ungkap Ali di kantornya, Rabu (1/4/2026).

Meski demikian, ia menyadari adanya opini publik yang mengaitkan WFH dengan pola long weekend.

Persepsi itu, kata dia, berkembang luas di media sosial dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat jika tidak diimbangi dengan kinerja ASN yang tetap optimal selama bekerja dari rumah.

"Banyak beredar komentar-komentar di media sosial, kesannya memang kalau (WFH) hari Jumat, berarti kan dari Jumat, Sabtu, Minggu jadi long weekend dan ada kebiasaan masyarakat ketika Jumat libur, digunakan untuk liburan," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya kini masih berprasangka baik kepada para ASN yang akan menjalankan WFH sehari sepekan tersebut.

"Saya berhusnuzan, berprasangka baik kepada para ASN itu."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved