Rabu, 8 April 2026

Berita Brebes

Kasus Campak di Brebes Meningkat, Satu Hari Ada Penambahan 5 Kasus

Dinkes Brebes mencatat peningkatan kasus dan dugaan kasus campak. Dalam sehari, ada penambahan lima kasus.

Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Wahyu Nur Kholik
KASUS CAMPAK - Kepala Dinas Kesehatan Brebes dr Heru Padmonobo memberikan keterangan terkait kasus campak, saat ditemui di kantornya, Rabu (1/4/2026). Heru mengatakan, kasus campak di Brebes meningkat, mencapai 202 kasus dimana empat di antaranya dirawat di rumah sakit. 

Ringkasan Berita:
  • Dinkes Brebes menemukan 202 kasus diduga campak di wilayahnya.
  • Dari jumlah tersebut, empat pasien kini dirawat di rumah sakit.
  • Sebagai langkahi antisipasi penularan, Dinkes Brebes meminta warga meningkatkan imunitas tubuh dan memperketat SOP penanganan pasien terduga campak, khususnya pada nakes.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mencatat peningkatan kasus campak di wilayah tersebut.

Dari 202 pasien terduga campak, empat di antaranya dirawat di rumah sakit.

Kepala Dinkes Brebes dr Heru Padmonobo mengatakan, tren kasus Campak meningkat sejak beberapa hari terahir.

"Dicurigai kasus campak, jumlah suspect per hari ini 202 (kasus), kasus di hari kemarin 197."

"Jadi per hari ini, ada penambahan 5 kasus," kata Heru saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Tunggui Proses Autopsi Korban Tawuran Jalingkut Brebes, Ayah Pelajar SMK di Bulakamba Harus Dipapah

Menurut Heru, dari ratusan kasus dugaan campak itu, Dinkes Brebes mengambil sampel pada 5 pasien yang didapati gejala campak.

"Hasilnya, empat dari lima sampel itu memang diangka 80 persen positif (campak)."

"Empat pasien yang positif tersebut, saat ini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit di Jawa Barat karena lokasinya yang lebih dekat dari pada harus ke kota (Brebes)."

"Untuk yang lain, belum kami periksa sampelnya karena ada kendala di laboratorium dari Yogya terkait reaktifnya," terangnya.

Heru mengatakan, peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Brebes, tetapi juga daerah lain.

"Ada peningkatan kasus, tapi ini bukan cuman di Brebes. Semua daerah juga mengalami peningkatan."

"Harapannya, nanti tidak ada angka kematian, harapan juga komplikasi dari campak tidak berat-berat amat," harapnya.

Heru mengatakan, kasus maupun terduga kasus campak di Brebes paling banyak ditemukan di Brebes wilayah selatan.

"Di daerah atas, yang positif itu ada di wilayah binaan Puskesmas Bentar, degan gejala panas (demam), ruam-ruam merah, batuk, pilek, nyeri tulang, nyeri badan."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved