Wonosobo
Puncak Festival Balon Wonosobo Besok, AirNav Keluarkan Peringatan
AirNav Indonesia menutup sementara ruang udara di atas Wonosobo jelang Puncak Festival Mudik Balon Udara di Alun-Alun pada Minggu (29/3).
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Puncak pergelaran Festival Mudik Balon Udara di Alun-Alun Wonosobo siap dihelat pada Minggu (29/3/2026).
- AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta telah menerapkan pemblokiran sementara ruang udara di kawasan tersebut.
- Selain mengalihkan rute pesawat dan menerbitkan NOTAM peringatan bagi pilot, AirNav juga mengingatkan warga agar tidak menerbangkan balon liar dan mematuhi regulasi ketat terkait perizinan penggunaan drone.
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Puncak kemeriahan rangkaian Festival Mudik Balon Udara dijadwalkan bakal mengguncang kawasan Alun-Alun Kabupaten Wonosobo pada esok hari, Minggu (29/3/2026).
Menyikapi euforia dan tingginya antusiasme ribuan masyarakat yang akan memadati lokasi, otoritas navigasi penerbangan AirNav Indonesia memastikan telah mengambil langkah mitigasi ketat. Hal ini dilakukan demi mengawal keselamatan rute penerbangan pesawat komersial, tanpa harus membatasi semarak pelestarian budaya lokal tersebut.
Blokir Ruang Udara
Baca juga: Wisatawan Asal Tangerang Rela Menginap demi Festival Balon di Wonosobo
General Manager AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta, Anton Krishna Saputra, membeberkan bahwa jajarannya sudah mematangkan berbagai skenario pengamanan sejak awal mula rangkaian festival ini bergulir.
“Kami tetap berkoordinasi dengan Forkopimda untuk menyiapkan festival itu. Tetap kami support, jadi tetap melestarikan tradisi tetapi tetap menjaga keamanan penerbangan,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Langkah antisipasi paling krusial yang ditempuh AirNav adalah memberlakukan rekayasa lalu lintas udara secara khusus di langit Wonosobo. Mereka secara resmi menutup sementara rute penerbangan pesawat yang melintas tepat di atas area festival.
“Kami sudah blok airspace ini di atas Wonosobo, pesawat akan tidak melewati Wonosobo," sebutnya.
Sistem buka-tutup ruang udara ini sengaja diterapkan guna meminimalisasi risiko terburuk akibat adanya balon udara yang melayang tinggi hingga ke jalur lintasan pesawat. Tak hanya itu, peringatan resmi bagi para penerbang juga telah disebar secara luas.
“Kami juga mengeluarkan istilahnya Notam untuk memperingatkan pilot untuk bahaya sewaktu-waktu,” katanya.
Evaluasi Balon Liar dan Drone
Memantau jalannya festival sejak 22 Maret lalu, pihak navigasi udara mengonfirmasi sempat mendeteksi adanya segelintir balon yang mengudara bebas tanpa ditambatkan di luar zona resmi.
“Kami memantau ada 2-3 balon terlepas, tapi tidak sampai mengganggu penerbangan,” ungkap Anton.
Oleh karena itu, AirNav kembali menekankan imbauannya agar warga tak lagi nekat melepaskan balon udara secara liar. Apalagi, pihak pemerintah daerah sejatinya sudah sangat memfasilitasi tradisi ini dengan menyediakan 23 titik lokasi penambatan resmi yang tersebar di berbagai wilayah.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melepaskan balon secara liar,” tegasnya.
Penerapan metode balon ditambatkan dinilai sebagai jalan tengah atau solusi paling ampuh dalam menyeimbangkan euforia tradisi masyarakat dengan standar keselamatan penerbangan internasional.
Di sisi lain, maraknya pendokumentasian acara menggunakan pesawat nirawak atau drone turut menjadi sorotan utama. Anton mengingatkan bahwa penerbangan drone di tengah festival semacam ini tidak bisa dilakukan sembarangan dan wajib mengantongi izin otoritas.
“Untuk drone itu kami yang mengeluarkan rekomendasi, izinnya dari otoritas bandara,” jelas Anton.
| Wisatawan Asal Tangerang Rela Menginap demi Festival Balon di Wonosobo |
|
|---|
| Aksi Komunitas Badale Pukau Pengunjung Festival Balon Wonosobo |
|
|---|
| Salat Id Berlatar Sindoro di Garung Wonosobo Digelar Jumat Besok |
|
|---|
| Protes Jalan Rusak, Warga Mojotengah Wonosobo Mandi di Kubangan |
|
|---|
| Mudik Gratis Wonosobo 2026: Bupati Afif Tambah Kuota Bus Buat Pemudik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260328-antisipasi-ruang-udara-wonosobo.jpg)