Rabu, 8 April 2026

Berita Jateng

Ada Apa Saja di Museum Daerah Wonosobo, dari Artefak hingga Warisan Budaya

Museum Daerah Wonosobo menyimpan koleksi bernilai historis tinggi, mulai dari artefak abad ke-7 hingga abad ke-10.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas
MUSEUM - Museum Daerah di Wonosobo yang berlokasi di Kompleks Taman Rekreasi Kalianget kini menjadi ruang baru pelestarian sejarah dan budaya 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO- Akhirnya, Kabupaten Wonosobo kini memiliki museum daerah sebagai ruang khusus untuk menyimpan, merawat, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya kepada masyarakat.

Museum ini berlokasi di kawasan Kompleks Taman Rekreasi Kalianget, yang menjadi salah satu titik kunjungan wisata di Wonosobo.

Kehadiran museum ini menjadi tonggak penting, mengingat selama ini berbagai artefak bersejarah yang dimiliki Wonosobo belum tersaji secara terbuka untuk publik.

Melalui museum ini, masyarakat kini dapat mengakses dan mempelajari langsung jejak sejarah daerahnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, Fahmi Hidayat, menegaskan bahwa museum ini menjadi langkah strategis dalam pelestarian budaya.

“Wonosobo adalah kota pariwisata sekaligus kota budaya.

Banyak sekali kekayaan budaya yang menceritakan perjalanan sejarah Wonosobo, bahkan sejak sebelum berdirinya wilayah ini.

Selama ini artefak-artefak tersebut hanya disimpan, sehingga melalui museum ini kami ingin menghadirkannya untuk publik,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Museum Daerah Wonosobo menyimpan koleksi bernilai historis tinggi, mulai dari artefak abad ke-7 hingga abad ke-10.

Penataan koleksi dilakukan secara kronologis agar pengunjung dapat memahami perjalanan sejarah secara runtut, dari masa klasik hingga era modern.

Fahmi juga menambahkan bahwa meskipun museum ini masih memanfaatkan ruang yang ada, keberadaannya tetap memiliki nilai penting.

“Meskipun masih sederhana, yang penting adalah bagaimana koleksi berharga ini bisa dinikmati dan dipelajari masyarakat,” tambahnya.

Museum ini memiliki tiga ruang utama, yakni ruang Dieng yang menampilkan peninggalan Hindu-Buddha, Ruang Sindoro yang berisi koleksi era Islam, serta Ruang Sumbing yang menghadirkan objek pemajuan kebudayaan, termasuk warisan budaya tak benda seperti bundengan, wayang gedog, dan tari lengger.

Selain menjadi tempat penyimpanan artefak, museum ini juga diarahkan sebagai pusat edukasi.

Baca juga: Kawasan Kota Lama Pikat Wisatawan saat Libur Lebaran

Pemerintah daerah berencana mengembangkan program pameran tematik serta kegiatan pembelajaran seperti workshop, dengan melibatkan komunitas budaya dan tenaga pendidik.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved