Kamis, 21 Mei 2026

Berita Jateng

Sosok Bos Djarum Bambang Hartono di Mata Harjanto Halim

Pengusaha asal Kota Semarang tersebut bersaksi bahwa Bambang Hartono merupakan pribadi sederhana

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: khoirul muzaki
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
SAMBUT JENAZAH BAMBANG HARTONO - Makam Keluarga Djarum di Godo, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, dijaga ketat petugas keamanan, Rabu pagi (25/3/2026). Mendiang Bos Djarum, Michael Bambang Hartono, dijadwalkan dimakamkan di sini pada pukul 11.00 WIB. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS- Jenazah bos Djarum diberangkatkan dari GOR Djarum Jati Kudus menuju ke peristirahatan terakhir di kompleks pemakaman keluarga di Godo, Desa Punjulharjo, Rembang, Rabu (25/3/2026). Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah karyawan, kolega, pejabat daerah, dan para pengusaha.

Di antara pengusaha yang turut hadir dalam pemberangkatan jenazah bos Djarum yaitu Harjanto Halim. Pengusaha asal Kota Semarang tersebut bersaksi bahwa sosok Michael Bambang Hartono yang meninggal di usia 86 tahun merupakan pribadi yang sederhana dan dermawan.

“Saya mewakili Sekolah Karangturi itu pernah dapat tanah 6 hektare dari Pak Bambang dan Pak Budi (adik kandung Bambang Hartono), karena beliau alumnus Sekolah Karangturi terus bangunan gedung SMP dan SMA yang nilainya tidak main-main saat itu,” kata Harjanto Halim.

Tentu, kata Harjanto Halim, dengan adanya bantuan berupa tanah dan bangunan yang diberikan oleh duo Hartono tersebut pihaknya merasa sangat berterima kasih.

Baca juga: Iran Pasang Syarat Tinggi Gencatan Senjata: Tuntut AS Angkat Kaki dari Teluk dan Bayar Ganti Rugi

Selepas menyumbang tanah dan bangunan pun tidak ada embel-embel di belakangnya. Kata Harjanto, pihaknya hanya dititipi pesan untuk menjaga Sekolah Karangturi dengan baik.

“Beliau menyumbang ya sudah selesai, cuma pesan dijaga sekolah Karangturi yang baik,” kata Harjanto.

Kemudian, lanjut Harjanto, dia juga pernah diajak untuk mendampingi Bambang Hartono dalam bermain bridge. Harjanto sempat melihat Bambang Hartono dalam bermain bridge. Menurutnya, Bambang memang mahir dan cakap dalam bermain bridge. Kemampuannya tidak kaleng-kaleng dalam mengolah kartu.

“Saya ssangat berterima kasih sekali dan kehilangan juga sosok yang sangat dermawan dan juga humble,” kata Harjanto.

Sudah cukup lama Harjanto tidak menjalin komunikasi karena mendiang lebih sering di Singapura. Mendiang tinggal di Singapura karena faktor kesehatan.

Hal itu agar lebih mudah untuk berobat. Namun sebelum itu Harjanto cukup sering bertemu. Sebab, Bambang Hartono merupakan sahabat dari ayah mertua Harjanto Halim.

“Orangnya (Bambang Hartono) santai sekali, ceria sekali, dan tidak ada beban. Harus digarisbawahi, beliau sangat simpel dan kita lihat keluarganya pun sangat sederhana sekali,” kata dia.

Kemudian pengalaman personal yang pernah dia alami yaitu saat reuni Sekolah Karangturi. Saat itu Bambang datang dan belanja di sebuah stan bazar reuni dan meminta kembalian uang.

“Itu Om Oei Hwie  Siang (Bambang Hartono) lagi beli apa di stan reuni di bazar, kemudian beli terus dia minta susuknya (kembalian uang) mana , saya pikir tidak bakal minta ya sudah diminta. Jadi buat saya sangat lucu juga sangat proper sekali bukannya semua tidak usah susuk tidak papa. Buat saya menarik sekali,” kata dia.

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved