Senin, 27 April 2026

Berita Jateng

Cerita Pilu Warga Perbatasan Blora, Lebih Suka ke Ngawi daripada ke Kota Sendiri

Warga Desa Ngeblak lebih banyak beraktivitas ke arah Ngawi dibandingkan ke pusat Kabupaten Blora.

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/M Iqbal Shukri
WARGA AKTIVITAS - Kendaraan warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, banyak yang plat kendaraan Ngawi, Selasa (24/3/2026).(Iqbal/Tribunjateng) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang berada di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ternyata lebih banyak beraktivitas ke arah Ngawi dibandingkan ke pusat Kabupaten Blora.


Salah satu alasannya karena jarak. Jarak dari Desa Nglebak menuju pusat Kota Blora lebih jauh, yakni sekitar 55 kilometer, dengan waktu tempuh hingga 2 jam. 


Sementara jika ke Ngawi, warga hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan jarak kurang lebih 10 kilometer. 


Desa Nglebak sendiri memiliki sekitar 3.000 jiwa dengan kurang lebih 1.300 kepala keluarga (KK). Dengan kondisi geografis tersebut, mobilitas warga, terutama untuk kegiatan ekonomi, lebih condong ke wilayah Ngawi.


Salah seorang warga, Suwaji, mengatakan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama dan dipengaruhi faktor jarak serta akses jalan yang lebih mudah menuju Ngawi.


Dia juga menyebut, tidak sedikit warga yang mengaku jarang bahkan belum pernah ke pusat Kabupaten Blora karena jauhnya jarak tempuh.


"(Warga sini berarti seringnya ke Ngawi daripada ke Blora?) Nggih seng cedak nggih Ngawi. Niki ngantos sepuh dereng ngertos Kabupaten Blora. (Iya kalau dari sini yang paling dekat ya ke Ngawi. Ini sampai tua, belum pernah ke Blora Kota," jelasnya, Selasa (24/3/2026).

Baca juga: Bisa Fatal, Tips Agar tidak Kehabisan Saldo E-toll Perjalanan Aman


Menurut Suwaji, warga lebih memilih menjual hasil pertanian, berbelanja kebutuhan sehari-hari, ke Ngawi karena aksesnya yang lebih dekat dan cepat.


Kondisi ini diperparah dengan infrastruktur jalan menuju Blora yang dinilai masih kurang memadai. 


Meski demikian, warga tetap berharap Pemerintah Kabupaten Blora dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan, agar akses menuju pusat kabupaten Blora menjadi lebih mudah.


Selain itu, menariknya di Desa Nglebak, di rumah-rumah warga banyak kendaraan terparkir dengan plat nomor kendaraan wilayah Ngawi (plat AE). Bukan plat kendaraan wilayah Blora (plat K)


Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, mengatakan warga lebih banyak beraktivitas ke Ngawi. Sehingga kendaraan milik warga Desa Nglebak banyak plat kendaraan Ngawi.


"Lebih dekat ke Ngawi, Mas. Soalnya hasil pertanian, atau apa itu kan dibawa ke Ngawi. Lebih dekat di Ngawi. Makanya plat motor aja AE (plat kendaraan Ngawi)," terangnya.


Eko menyampaikan tidak menutup kemungkinan jika infrastruktur jalan ke arah Blora sudah bagus, warga bakal lebih memilih kendaraan dengan plat nomor kendaraan wilayah Blora.


"Nanti kalau jalannya sudah bagus, Nglebak sampai Getas, nanti kalau ada Samsat di Randublatung mungkin bisa jadi plat K (plat kendaraan Blora)," terangnya.(Iqs)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved