Senin, 8 Juni 2026

Berita Kudus

4 Pemuda di Kudus Diamankan Polisi, Bleyer Motor Hingga Pesta Petasan di Simpang Matahari

Empat pemuda ditangkap polisi Kudus karena menggeber motor hingga menimbulkan suara bising, juga pesta petasan, dan berujung melawan polisi.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Dok Polres Kudus
BARANG BUKTI - Polisi mengamankan sebuah motor RX King dari sejumlah pemuda yang menggeber motor sehingga menimbulkan suara bising. Di saat yang sama, para pemuda itu juga menyalakan petasan. 

Ringkasan Berita:
  • Empat pemuda diamankan polisi di kawasan traffic light Matahari Kudus.
  • Mereka dinilai mengganggu ketertiban dan melawan polisi.
  • Saat kejadian, mereka menggeber motor hingga menimbulkan suara bising dan melakukan pesta petasan.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Polisi mengamankan empat pemuda dalam razia di traffic light Matahari, Desa Panjunan, Kecamatan Kudus Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (20/3/2026) malam.

Mereka dinilai mengganggu keamanan lingkungan, dengan menggeber motor dan menyalakan petasan.

Bahkan, mereka sempat memberi perlawanan saat motor RX King yang mereka gunakan akan diangkut polisi.

Mereka sempat merebut kembali motor RX King yang sudah dinaikkan ke mobil patroli bak terbuka milik Polisi.

"Kami sudah mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha RX King yang digunakan untuk aksi blayer."

"Namun, pemilik kendaraan bersama rekannya melakukan perlawanan dan merebut kembali dengan cara menurunkan paksa motor tersebut dari mobil patroli milik Polisi," kata Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, Minggu (22/3/2026).

Baca juga: 40 Tahun Lebih Jadi Pelanggan Tahu Pong Karangsaru Semarang, Bos Djarum Kudus Dikenang Rendah Hati

Kejadian ini sempat memicu ketegangan.

Namun, polisi bertindak tegas.

Empat pemuda akhirnya diamankan.

Mereka adalah AR (31) dan MSL (18), warga Kecamatan Jati; dan SA, warga Kecamatan Kaliwungu; serta ZA (23), warga Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Dari pemeriksaan diketahui, keempat orang ini punya peran berbeda.

AR berperan sebagai penggagas sekaligus koordinator kegiatan.

Ia mengumpulkan dana dari pedagang di Pasar Bitingan untuk membeli petasan dan kembang api, serta memesan petasan secara daring.

Kemudian, MSL berperan mengoordinasikan kedatangan kelompok pemuda bermotor ke lokasi.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved