Senin, 4 Mei 2026

Berita Batang

Produksi Sampah di Batang Naik Dua Kali Lipat saat Lebaran, Pasukan Kuning Tak Dapat Libur Idulfitri

Produksi sampah di Batang meningkat dua kali lipat saat libur Lebaran, petugas kebersihan atau Pasukan Kuning tak dapat libur Idulfitri.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Tito Isna Utama
TAK LIBUR - Sejumlah petugas kebersihan terlihat mengangkut sampah saat libur Lebaran, Sabtu (21/3/2026). Produksi sampah di Batang mencapai 300 ton per hari selama libur Lebaran. 

Ringkasan Berita:
  • Produksi sampah di Kabupaten Batang meningkat dua kali lipat selama libur Lebaran.
  • Peningkatan paling tinggi terasa di wilayah pasar dan permukiman padat penduduk di wilayah perkotaan.
  • DLH Batang memastikan petugas kebersihan atau Pasukan Kuning tak libur meski Hari Raya Idulfitri.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Libur Idulfitri 1447 Hijriah tak membuat kerja para petugas kebersihan Pemkab Batang, Jawa Tengah, ikut berhenti sejenak.

Bahkan, kerja mereka berlipat ganda lantaran produksi sampah selama Lebaran ikut melonjak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto mengungkapkan, volume sampah harian di Batang yang biasanya berkisar 150 ton, kini melonjak hingga lebih dari 300 ton menjelang Lebaran. 

Kondisi ini terjadi merata di berbagai titik, mulai dari pasar hingga kawasan permukiman di perkotaan.

"Ini sudah seperti banjir sampah. Hampir semua TPS (tempat pembuangan sampah) mengalami lonjakan signifikan," kata Rusmanto, Sabtu (21/3/2026). 

Baca juga: Kecelakaan di Tol Batang: Expander Tabrak Bus saat Arus Mudik One Way, 2 Orang Tewas

Salah satu titik paling banyak memproduksi sampah adalah kawasan pasar dan pusat aktivitas warga. 

Di Pasar Batang, misalnya, ritase pengangkutan yang biasanya hanya dua kali sehari meningkat drastis hingga lima kali.

Tak hanya itu, di titik kontainer dekat kawasan DPC PDI Perjuangan, kapasitas penampungan bahkan tak lagi mencukupi. 

DLH terpaksa menambah armada dump truck untuk mengangkut sampah yang meluber.

"Biasanya cukup dua kontainer, sekarang sudah penuh semua."

"Mau tidak mau, kami tambah armada supaya tidak menumpuk terlalu lama," jelasnya.

Menghadapi kondisi ini, DLH  Batang menerapkan strategi darurat dengan mengalihkan armada dari wilayah dengan produksi sampah lebih rendah, seperti Kecamatan Bandar, untuk memperkuat penanganan di pusat kota.

Namun demikian, Rusmanto mengakui bahwa kecepatan produksi sampah masyarakat masih lebih tinggi dibanding kemampuan pengangkutan.

"Kami sudah maksimalkan semua armada tapi memang belum bisa sepenuhnya mengimbangi lonjakan ini," ujarnya.

Tak Ada Libur bagi Pasukan Kuning

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved