Berita Jateng
Konsumsi BBM di Jateng-DIY Naik Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Pertamina memprediksi adanya lonjakan permintaan energi yang signifikan di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline, yakni Pertalite dan Pertamax, diprediksi melonjak hingga 30,3 persen selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Lonjakan tersebut diperkirakan terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama momentum Hari Raya Idulfitri.
Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan energi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026 guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM serta LPG selama periode mudik Lebaran.
Masa tugas Satgas RAFI 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.
General Manager Pertamina Patra Niaga JBT, Fanda Chrismianto mengatakan, selama masa Satgas, Pertamina memprediksi adanya lonjakan permintaan energi yang signifikan di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Konsumsi produk Gasoline yakni Pertalite dan Pertamax Series diperkirakan naik sebesar 30,3 persen dibandingkan rata-rata normal Januari 2026.
"Kenaikan tertinggi diprediksi terjadi pada produk Pertamax Turbo sebesar 55,3 persen dan Pertamax sebesar 29,7 persen," urainya, saat konferensi pers di Godong Salam Ungaran, Kamis (12/3/2026) sore.
Sebaliknya, sambung dia, produk Gasoil yakni Solar dan Dex Series diprediksi mengalami penurunan sebesar 10,3 persen akibat pembatasan angkutan barang.
Sedangkan, untuk sektor rumah tangga, permintaan LPG diproyeksikan tumbuh 9,0 persen.
Guna memenuhi kebutuhan masyarakat, Pertamina telah menyiapkan penyaluran tambahan LPG 3 kg melalui extra dropping sebesar 8,33 persen dan fakultatif sebesar 15,64 persen dari alokasi reguler.
Baca juga: Polresta Cilacap Dirikan Sejumlah Pos Pengamanan di Jalur Mudik dan Titik Strategis
"Per 12 Maret 2026, ketahanan stok BBM berada pada level aman, yakni berkisar antara 9 hingga 15 kali lipat dari konsumsi harian normal," tuturnya.
Fanda menambahkan, Pertamina juga menyiagakan ribuan fasilitas layanan di jalur strategis guna memberikan layanan prima di jalur - jalur mudik dan wisata.
Pada periode mudik tahun ini, Pertamina menyiagakan sebanyak 1.119 SPBU, di mana 309 di antaranya merupakan SPBU Siaga yang beroperasi 24 jam penuh.
Selain itu, untuk layanan tambahan di tol, Pertamina menyediakan 21 unit modular, 11 titik Kiosk kemasan, dan 59 mobile storage atau mobil tangki kantong untuk mempercepat suplai di titik padat.
Tak hanya itu saja, Pertamina juga menyiapkan layanan motoris sebanyak 22 unit Pertamina Delivery Service (PDS) yang disiapkan untuk menjangkau pemudik di lokasi kemacetan.
"Kami juga menyiapkan Serambi MyPertamina dengan fasilitas istirahat tersedia di beberapa titik krusial, seperti Rest Area KM 379 A Batang dan KM 260 B Brebes, serta mini serambi di Bandara Yogyakarta Internasional Airport, Stasiun Purwokerto, dan Bandara Ahmad Yani Semarang," sebutnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Sejumlah-kendaraan-mengantre-mengisi-BBM-di-SPBU-Kaligawe-Semarang-Jumat-842022.jpg)