Berita Jateng
Prol Tape Kue Jadul yang Naik Kelas di Pati, Harganya Rp 45 Ribu
prol tape adalah kue tradisional bercita rasa legit yang telah ia ketahui sejak masih kanak-kanak
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, Rasa bisa memicu nostalgia. Maka, kudapan "jadul" bisa membawa serta kenangan-kenangan masa lalu seseorang.
Hal itu disadari betul oleh Sri Antini (52), dan menjadi salah satu "nilai jual utama" produk kue tradisional bikinannya. Nama kuenya prol tape.
Ia kerap menerima komentar-komentar bernada nostalgia dari para pembeli kue jadul bikinannya itu.
"Orang yang beli prol tape buatan saya banyak yang berkomentar, 'rasanya seperti kue zaman mbahku' atau 'jadi ingat zaman ibuku'," kata pemilik UMKM AN'S Cake Dessert & Drinks ini ketika dijumpai di kediaman sekaligus rumah produksinya, Kelurahan Parenggan, Kecamatan Pati, Selasa (10/3/2026).
Antini mengatakan, prol tape adalah kue tradisional bercita rasa legit yang telah ia ketahui sejak masih kanak-kanak.
Sesuai namanya, bahan utama kue ini adalah tape singkong.
Kue ini dinamakan prol tape karena teksturnya yang lembut dan langsung "ngeprol" (pecah) di dalam mulut ketika dimakan.
Antini sebetulnya tidak hanya membuat prol tape. Ia juga membuat berbagai kue lain. Namun, prol tape adalah menu andalannya yang paling banyak diminati.
Baca juga: Pakar Geopolitik Kanada Prediksi AS akan Kalah Lawan Iran, Paman Sam tak Siap Perang
Prol tape bikinan Antini diminati karena terbilang sudah jarang yang menjajakan kue tradisional ini di pasaran.
"Setahu saya di toko-toko kue adanya cake tape. Tapi prol tape ini beda dari cake tape. Cake tape lebih dominan tepung dan bahan adonan lainnya. Sedangkan prol tape betul-betul dominan komposisi tapenya," jelas dia.
Meski banyak diminati, setiap harinya Antini hanya memproduksi sekira 7 sampai 8 kotak prol tape.
Sebab, untuk memasak kue pesanan pelanggan, ia sendiri harus meluangkan waktunya yang banyak terpakai untuk bekerja dan berkegiatan di komunitas filantropi.
Untuk diketahui, Antini merupakan pegawai negeri sipil salah satu instansi di Kabupaten Pati.
Membuat kue adalah bisnis sekaligus hobi yang dia jalani saat malam hari. Semua proses memasak hingga bertransaksi dengan pelanggan ia kerjakan sendiri.
"Saya batasi sehari 7-8 kotak saja. Soalnya saya bikin kalau malam saja. Alhamdulillah pelanggan mau pada antre. Banyak pesanan untuk hantaran berbuka puasa. Banyak juga yang bawa ke luar kota untuk oleh-oleh," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/prol-tape-pati.jpg)