Bupati Pekalongan Kena OTT KPK
Korupsi Bupati Pekalongan: KPK Geledah Kantor Setda Hingga Rumah Anggota DPRD
Tim penyidik KPK sita 5 koper dan kardus usai geledah Kantor Setda Kabupaten Pekalongan selama 7 jam pasca OTT Bupati. Simak kronologinya.
Penulis: Indra Dwi Purmomo | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- KPK melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan di lingkungan Kantor Setda Kabupaten Pekalongan, Jumat (6/3/2026).
- Belasan penyidik KPK mulai melakukan penggeledahan sekitar pukul 11.00 WIB dan baru meninggalkan lokasi sekitar pukul 19.00 WIB.
- Ruangan yang digeledah di antaranya, ruang Bupati Pekalongan, ruang Sekretaris Daerah, Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim), serta Bagian Perekonomian.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan maraton selama tujuh jam di kompleks Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Jumat (6/3/2026).
Aksi ini merupakan tindak lanjut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang sebelumnya menjerat Bupati Pekalongan.
Pantauan di lokasi menunjukkan belasan penyidik lembaga antirasuah tersebut mulai memasuki gedung sekitar pukul 11.00 WIB dan baru tuntas meninggalkan lokasi pada pukul 19.00 WIB.
Fokus penggeledahan menyasar sejumlah ruangan vital di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Penyitaan Barang Bukti dan Ruang yang Disasar
Dalam operasi tersebut, penyidik menggeledah ruang kerja Bupati Pekalongan, ruang Sekretaris Daerah, Bagian Umum, Bagian Perekonomian, hingga Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim).
Usai penggeledahan, tim KPK terpantau membawa keluar sejumlah barang bukti yang dikemas dalam wadah besar.
Baca juga: Asyik Bermain Air, Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus Muara Luk Ulo Kebumen
Sedikitnya tiga koper berukuran besar, dua koper kecil, serta satu kardus penuh dokumen dimasukkan ke dalam bagasi kendaraan operasional tim penyidik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, mengonfirmasi aktivitas penggeledahan tersebut. Namun, ia enggan merinci detail materi yang diperiksa oleh penyidik.
"Penggeledahan berlangsung sekitar tujuh jam, dari siang hingga malam," ujar Akbar singkat saat ditemui usai kegiatan.
Ketika disinggung mengenai ruangan mana yang menjadi fokus utama pemeriksaan, ia hanya memberikan respons senyum tanpa pernyataan lebih lanjut.
Penggeledahan Meluas ke Rumah Pribadi dan DPRD
Selain menyisir kantor pemerintahan, upaya pengembangan kasus korupsi Bupati Pekalongan ini juga meluas ke beberapa lokasi strategis lainnya.
Baca juga: Potret Kuno Suku Qurais : Semangatnya Kini Diwarisi Iran
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa KPK turut menggeledah rumah dinas bupati dan kediaman pribadinya di Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni.
Tak hanya itu, rumah salah satu anggota DPRD Kabupaten Pekalongan juga tak luput dari pemeriksaan penyidik guna mencari keterkaitan aliran dana atau dokumen pendukung lainnya dalam kasus ini.
Langkah tegas KPK ini menjadi perhatian serius publik di Pekalongan, mengingat dampaknya terhadap jalannya roda pemerintahan daerah pasca-penangkapan pimpinan tertinggi di kabupaten tersebut. (dro)
| Asyik Bermain Air, Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus Muara Luk Ulo Kebumen |
|
|---|
| Jalan Akses Utama ke Dieng Via Ratamba Banjarnegara Putus |
|
|---|
| SMPN 1 Tayu Pati Dikabarkan Tahan Ijazah Lulusan akibat Nunggak Iuran, Ombudsman Jateng Turun Tangan |
|
|---|
| Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadan Kabupaten Wonosobo, Sabtu 7 Maret 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bawa-koper-kpk-setda-pekalongan.jpg)