Berita Jateng
Sempat Memanas saat Latihan, PSIS Tetap Fokus Hadapi Persiba
Hasil positif dalam dua laga terakhir melawan Persela Lamongan dan Deltras FC diharapkan terulang
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- PSIS Semarang siap menang menghadapi Persiba Balikpapan dalam laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Batakan Balikpapan, Minggu (1/3/2026) mendatang.
Hasil positif dalam dua laga terakhir melawan Persela Lamongan dan Deltras FC diharapkan terulang.
Pertandingan ini penting mengingat kemenangan melawan Persiba Balikpapan akan membawa tim Mahesa Jenar keluar dari zona merah.
Saat ini, PSIS ada di posisi sembilan klasemen sementara dengan nilai 15 poin.
Terpaut satu angka dari Persiba yang ada di peringkat delapan dengan nilai 16 poin.
Pelatih PSIS, Andri Ramawi menuturkan duel kontra Persiba jadi momentum timnya untuk keluar dari zona merah.
Ia memastikan kondisi mental tim dalam keadaan baik usai hasil positif sebelumnya.
Mantan pelatih Persiba Bantul itu menyebut, sisa pertandingan musim ini merupakan laga yang wajib dimenangkan.
Tambahan poin demi poin akan membantu tim kebanggaan masyarakat Kota Semarang itu tetap bertahan di kompetisi Championship musim depan.
“Misi kita sudah jelas, tidak ada lagi seri, tidak ada lagi kalah. Mau main kandang atau tandang, target tetap tiga poin. Tinggal bagaimana kita mewujudkannya di pertandingan,” ujar Andri , Kamis (26/2/2026).
Baca juga: Gagahnya Fort De Hock Benteng Pertahanan VOC yang Kini Jadi Museum di Salatiga
Andri melanjutkan timnya kini mulai masuk ke tahap pematangan taktik jelang menghadapi Persib. Dalam sesi latihan terbaru, fokus utama adalah skema build up di bawah tekanan.
“Ya, kita sudah masuk ke taktikal sistem yang akan kita siapkan untuk laga melawan Persiba. Fokusnya bagaimana kita melakukan build up saat berada di bawah tekanan,” ujarnya.
Mengenai suasana latihan yang sempat berlangsung panas, usia beberapa pemain terlibat friksi saat menjalani sesi game, ia menilai hal itu sebagai sesuatu yang normal dalam sebuah tim.
“Itu normal. Ada sesi yang intensitasnya tinggi, ada yang biasa saja. Yang penting kita melihat sisi positifnya. Para pemain kompetitif dan ingin menunjukkan bahwa mereka layak masuk starting line up. Itu hal yang lumrah di semua tim,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/15022026-suasana-ruang-ganti-psis-semarang.jpg)