Minggu, 12 April 2026

Berita Jateng

1 Ramadan Kabupaten Wonosobo Jatuh Hari Apa, Bupati Minta Hormati Perbedaan

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengimbau masyarakat saling menghormati atas perbedaan dalam penentuan awal Ramadan

Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
RAMADAN - Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penentuan awal Ramadan maupun 1 Syawal tahun ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengimbau masyarakat untuk saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penentuan awal Ramadan maupun 1 Syawal. 


Menurutnya, sikap toleransi menjadi kunci menjaga keharmonisan di tengah dinamika yang kerap muncul setiap tahun.


“Semua harus saling menghormati satu sama yang lain,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).


Afif menjelaskan, kemungkinan perbedaan penentuan tanggal 1 Ramadan atau 1 Syawal memang dapat terjadi karena adanya metode penetapan yang berbeda. 


Kondisi tersebut, menurutnya bukan hal baru dalam kehidupan beragama di Indonesia.


“Dimungkinkan ada penentuan tanggal 1 Syawalnya juga dimungkinkan ya ada yang berbeda,” lanjutnya.


Ia mencontohkan, perbedaan bisa muncul dalam penetapan awal Ramadan yang dapat jatuh pada hari yang tidak sama. 


“Ada yang mulai tanggal satunya di besok di hari Rabu, ada yang satu Ramadannya di hari Kamis,” ucapnya.


Meski demikian, Afif menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terkait momentum itu.


“Yang pasti lebarannya masing-masing pasti sama 1 Syawal,” tegasnya.

Baca juga: Satu-satunya, Terminal Mendolo Wonosobo Punya Fasilitas Ring Tinju


Pernyataan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya perdebatan yang berpotensi menimbulkan perpecahan.


Afif juga menekankan pentingnya menjaga nilai persaudaraan di tengah perbedaan yang ada. 


Ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan.


“Yang penting jaga Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariah,” katanya.


Dengan menjaga Ukhuwah itu, ia optimistis masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman serta menjaga persatuan.


“Dengan begitu Insyaallah kita bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Wonosobo,” pungkasnya. (ima)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved