Senin, 20 April 2026

Lipsus Pajak Opsen

Warga Batang Mengeluh Opsen Pajak Naik 30 Persen: Ekonomi Belum Stabil, Ini Sangat Memberatkan

Warga berharap ada evaluasi agar kebijakan fiskal daerah tidak justru menambah beban masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Tito Isna Utama
BAYAR PAJAK KENDARAAN - Suasana masyarakat melakukan pembayaran di loby samsat Kabupaten Batang, Jumat (13/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kebijakan kenaikan opsen pajak kendaraan bermotor mulai dikeluhkan warga Kabupaten Batang.
  • Sejumlah wajib pajak mengaku harus membayar lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, bahkan ada yang menyebut kenaikannya mendekati 30 persen.
  • Avinda Nur Solikhin (46), warga Desa Limpung: dengan situasi ekonomi yang saat ini belum stabil, itu sangat memberatkan. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kebijakan kenaikan opsen pajak kendaraan bermotor mulai dikeluhkan warga Kabupaten Batang.

Sejumlah wajib pajak mengaku harus membayar lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, bahkan ada yang menyebut kenaikannya mendekati 30 persen.

Avinda Nur Solikhin (46), warga Desa Limpung, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, merasakan langsung dampaknya.

Pria yang akrab disapa Pak Avin itu sehari-hari berkecimpung di bidang angkutan barang dengan truk Colt Diesel enam ban.

Baca juga: Opsen PKB Jadi Penopang Baru APBD Batang: Sumbang Rp 59,9 Miliar, Dana Masuk Kas Daerah Setiap Hari

“Menurut saya, dengan situasi ekonomi yang saat ini belum stabil, itu sangat memberatkan. Apalagi saya di bidang angkutan barang. Muatan sekarang lagi sepi,” kata Avin kepada Tribunjateng, Jumat (13/2/2026).

Ia menyebut, pajak truknya yang sebelumnya sekitar Rp 1,3 juta kini melonjak menjadi Rp 1,9 juta. 

“Naiknya hampir 30 persen versi saya itu, di opsennya,” ucapnya.

Kenaikan tersebut, menurutnya, tidak sebanding dengan kondisi usaha yang sedang lesu. 

Dia khawatir beban tambahan ini semakin menekan pelaku usaha kecil yang bergantung pada sektor distribusi barang.

“Kalau diterapkan kenaikan pajak itu sangat memberatkan sekali, khususnya buat saya. Dan saya rasa rekan-rekan juga merasa keberatan,” tegasnya.

Avin berharap pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dan mencari sumber pemasukan lain.

 “Harapan saya pemerintah cari opsi lain lah, dari hasil bumi atau apa. Jangan bebankan pajak ke masyarakat kecil seperti itu. Kan negara itu dapat pemasukan tidak dari pajak saja,” ucapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Asih (40), warga Karangasem, Kabupaten Batang. 

Baca juga: Pajak Kendaraan di Jateng Meroket Akibat Opsen, Advokat Banyumas: DPRD Jangan Cuma Jadi Stempel!

Meski belum mengetahui detail kenaikan yang terjadi, ia mengaku merasakan adanya perubahan nominal pembayaran.

“Kata naik, tapi saya belum tahu jelasnya. Harapannya ya bisa turun,” ucap Asih.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved