Kamis, 28 Mei 2026

Berita Jateng

Jalan dengan View Keren di Wonosobo Dibangun, Alternatif Jalur Kertek

Jalan yang selama ini dikenal sempit, rawan banjir, dan minim fasilitas pengamanan kini berubah menjadi lebih lebar dan nyaman.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
REHABILITASI JALAN - Kondisi terkini di Jalan Rake Kayuwangi Rejosari-Sikatok, Kabupaten Wonosobo, Jumat (30/1/2026). Jalan ini diperlebar untuk memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo yang biasanya sering macet saat libur tiba. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Rehabilitasi Jalan Rake Kayuwangi di Kabupaten Wonosobo membawa perubahan besar bagi warga setempat dan wisatawan yang melintasi jalur tersebut. 


Jalan yang selama ini dikenal sempit, rawan banjir, dan minim fasilitas pengamanan kini berubah menjadi lebih lebar dan nyaman.


Peningkatan jalan ini sekaligus memperkuat fungsinya sebagai jalur vital pariwisata dan penghubung antar kabupaten.


Sebelum dilakukan rehabilitasi, kondisi Jalan Rake Kayuwangi kerap menimbulkan keresahan. 


Ahmad Khafidin, warga setempat yang hampir setiap hari melintasi jalan ini, mengungkapkan bahwa persoalan utama sebelum perbaikan adalah banjir dan material bebatuan yang membahayakan pengguna.


“Dulu sebelum ada perbaikan sering banjir, air banyak masuk ke jalan dan batu batu kecil juga sering ke jalan,” ungkapnya kepada tribunjateng.com, Jumat (30/1/2026).


Kondisi tersebut diperparah dengan sistem drainase yang belum optimal, terutama di kawasan perbatasan destinasi wisata yang berada di atas maupun di bawah jalur jalan.


Selain persoalan banjir, Ahmad juga menyoroti minimnya fasilitas pendukung keselamatan jalan. 


Kurangnya penerangan dan pengamanan membuat jalur ini rawan, khususnya di area atas atau Sigedang.


Menurut Ahmad, pelebaran jalan yang sudah dilakukan saat ini cukup membantu, terutama di bagian atas jalur. Namun, ia menilai masih ada titik rawan yang perlu perhatian lebih lanjut.


“Sekarang jalannya lebih lebar yang bagian atas. Kemungkinan yang rawan sekarang ini jalan yang bawah turunan ini, mungkin nanti ke depan bisa dilebarkan juga,” harapnya.


Meski begitu, Ahmad mengakui bahwa pelebaran jalan membawa dampak positif yang signifikan, terutama bagi sektor pariwisata. Jalan yang lebih lega membuat arus kendaraan wisatawan semakin lancar.


“Pelebaran jalan ini cukup membantu wisatawan yang lewat dan peningkatan volume wisatawan jadi lebih baik,” ungkapnya.


Ia juga menambahkan bahwa secara umum kondisi jalan utama sebenarnya sudah cukup baik sejak dulu, walaupun sempit jalur ini menjadi pilihan favorit wisatawan.


Sebelum dilakukan pelebaran, rasa takut kerap dirasakan wisatawan saat melintas, terutama ketika harus berpapasan di jalan sempit.


“Sebelumnya mereka takut karena berpapasan saja susah karena sempit,” sebutnya.


Jalan Rake Kayuwangi sendiri memiliki peran strategis sebagai jalur alternatif menuju sejumlah kota besar. 


Ahmad menegaskan bahwa jalur ini sangat vital karena mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan.


"Ini jalan alternatif ke Semarang, Temanggung, Secang, bahkan Jogja dan juga bisa memangkas waktu 30 menit kalau lewat jalan ini dari pada lewat Kertek, jadi cukup vital jalan ini,” imbuhnya.


Dampak positif pelebaran jalan juga dirasakan langsung oleh wisatawan. Asma, salah satu wisatawan yang pernah melintasi jalur ini sekitar dua tahun lalu, menilai perubahan kondisi jalan sangat terasa.


“Iya mungkin sekitar dua tahun lalu saya ke sini kalau dilihat iya memang jalannya lebih lebar dulu sering macet karena sempit,” ucapnya.


Menurut Asma, kondisi jalan yang lebih lebar membuat perjalanan lebih nyaman dan aman. Bahkan, jalan ini kini memiliki nilai estetika tersendiri bagi wisatawan.


“Ya jadi lebih bagus si bisa foto dipinggir jalan pas lagi sepi kaya sekarang ini, pemandangan bagus hamparan kebun teh dan gunung Sindoro Sumbing ada,” ucapnya.


Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto menjelaskan bahwa rehabilitasi Jalan Rake Kayuwangi merupakan bagian dari peningkatan infrastruktur jalur pariwisata. 


"DPUPR telah menyelesaikan rehabilitasi ruas jalan nomor 88 Rake Kayuwangi Rejosari-Sikatok, Kabupaten Wonosobo," ungkapnya.


Ruas jalan yang sebelumnya memiliki lebar sekitar 4 meter kini diperlebar menjadi 6 meter. 


Pekerjaan didominasi oleh pelebaran jalan, mengingat Jalan Rake Kayuwangi merupakan jalur wisata yang melintasi sejumlah destinasi unggulan.


"Jalan ini bisa menghubungkan seperti Desa Wisata Tambi di Kabupaten Wonosobo dan kawasan wisata Sibajag di Kabupaten Temanggung," lanjutnya.

Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor di Purbalingga, Pemprov Bakal Relokasi 300 Rumah


Sebelum rehabilitasi, jalur ini kerap mengalami kemacetan, terutama saat libur panjang. 


Kemacetan terjadi karena lebar jalan yang terbatas, khususnya di area tikungan, sehingga kendaraan harus bergantian saat melintas. 


Padahal, jalan ini merupakan akses penting dan pintu masuk wisatawan dari Kota Semarang dan sekitarnya.


Paket pekerjaan rehabilitasi ini bersumber dari dana keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan pagu anggaran sebesar Rp2,1 miliar. 


Pelaksanaan pekerjaan dimulai pada 16 Oktober 2025 dan selesai pada 19 Desember 2025.


Adapun hasil pekerjaan meliputi pelebaran dan pengerasan aspal dengan panjang total 600 meter dan lebar rata-rata dua meter. 


Selain itu, dibangun saluran drainase jalan sepanjang 170 meter, senderan pengamanan jalan sepanjang 500 meter dengan tinggi rata-rata 0,7 meter, serta pelebaran beton bahu jalan sepanjang total 810 meter dengan lebar rata-rata 0,5 meter di kedua sisi jalan.


Tidak hanya itu, paket pekerjaan ini juga mencakup pelebaran jalan pada jembatan yang semula selebar 4 meter menjadi 7 meter. 


"Dengan pelebaran tersebut, pengguna jalan tidak perlu lagi bergantian saat melintas di jembatan," imbuhnya.


Melalui rehabilitasi ini, pemerintah berharap akses pariwisata menuju Wonosobo semakin lancar, aman, dan nyaman. (ima)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved