Berita Jateng
KPK Bawa Dua Koper dan Satu Dus Usai Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Pati
Selama hampir enam jam, mereka melakukan sterilisasi dan pemeriksaan intensif, baik di ruang kerja maupun di kediaman dinas Bupati
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI – Tepat saat kumandang azan asar, suasana di sisi barat Pendopo Kabupaten Pati mendadak tegang.
Pintu terali besi berwarna hitam yang menjadi akses masuk ke Rumah Dinas Bupati Pati terbuka.
Pintu yang dijaga ketat polisi bersenjata laras panjang dan memakai rompi antipeluru itu lalu memunculkan iring-iringan pria dan wanita dengan langkah serba cepat.
Kamis (22/1/2026), tepat pukul 15.15 WIB, drama penggeledahan panjang yang berlangsung sejak pagi itu mencapai puncaknya.
Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) keluar dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata.
Tak ada kata-kata. Tak ada pernyataan.
Dua buah koper—satu berwarna biru cerah dan satu merah—tampak dijinjing dengan saksama oleh para petugas.
Selain koper yang diduga berisi dokumen barang bukti penting itu, satu dus air mineral, yang tampaknya juga berisi berkas, juga turut dibawa keluar menuju deretan mobil yang sudah menunggu dengan mesin menyala.
Rombongan penyidik KPK menumpangi lima unit mobil Innova, empat berwarna hitam dan satu berwarna putih. Tiga mobil hitam berpelat H, sementara dua lainnya berpelat AB.
Langkah para penyidik beradu cepat dengan cecaran pertanyaan dari puluhan wartawan yang telah menyanggong sejak pagi.
Namun, para penyidik memilih bungkam.
Baca juga: Rupiah Melemah Bisa Picu Krisis Ekonomi? Purbaya Minta Warga Tenang
Mereka berjalan menembus barikade kamera, lalu segera masuk ke dalam kabin mobil yang terparkir dengan mesin menyala di halaman.
Berdasarkan informasi dari sumber di lingkungan Kantor Bupati Pati, rombongan lembaga antirasuah ini tiba sekira pukul 09.30 WIB.
Selama hampir enam jam, mereka melakukan sterilisasi dan pemeriksaan intensif, baik di ruang kerja maupun di kediaman dinas orang nomor satu di Bumi Mina Tani tersebut.
Hanya dalam hitungan menit setelah keluar dari pintu barat, iring-iringan mobil penyidik langsung meninggalkan kompleks pendopo.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko, mengaku tidak tahu-menahu tentang detail kegiatan KPK di Kantor Bupati Pati.
"Tidak tahu, setahu saya mereka masuk dan ada polisi yang berjaga diluar," kata dia.
Dia mengaku baru saja mengikuti rapat membahas penanganan banjir.
"Hanya rapat bahas banjir," ucap dia sambil melangkah menuju ruangannya.
Untuk diketahui, penggeledahan ini dipastikan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Pati Nonaktif Sudewo pada Senin (19/1/2026) lalu.
Sudewo terjaring OTT KPK terkait kasus pemerasan dan jual-beli jabatan perangkat desa.
Pada Selasa (20/1/2026), dia resmi ditetapkan menjadi tersangka. Selain kasus jual-beli jabatan perangkat desa, dia juga menjadi tersangka kasus suap proyek rel kereta api Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Dugaan suap itu terjadi saat Sudewo masih menjabat anggota DPR RI.
Pascapenetapan tersangka tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjuk Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati. (mzk)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/penyidik-KPK-sudewo.jpg)