Jumat, 1 Mei 2026

Berita Batang

Banjir Parah Rendam Perumahan Subsidi Griya Nagita Cepagan Batang, Pengembang Harus Bertanggungjawab

Wakil Bupati Batang, Suyono, menegaskan bahwa pengembang perumahan harus turut bertanggung jawab atas dampak banjir

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Tito Isna Utama
KEBANJIRAN - Perumahan Subsidi Griya Nagita, Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, kebanjiran setinggi sekitar 2,5 meter. Kini banjir sudah mulai surut, Kamis (22/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Banjir parah menerjang kawasan Perumahan Subsidi Griya Nagita, Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. 
  • Ketinggian air yang mencapai hingga 2,5 meter memaksa seluruh warga mengungsi dan menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit.
  • Wakil Bupati Batang, Suyono, menegaskan bahwa pengembang perumahan harus turut bertanggung jawab atas dampak banjir yang berulang di kawasan tersebut.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Banjir parah kembali menerjang kawasan Perumahan Subsidi Griya Nagita, Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. 

Ketinggian air yang mencapai hingga 2,5 meter memaksa seluruh warga mengungsi dan menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Bupati Batang, Suyono, menegaskan bahwa pengembang perumahan harus turut bertanggung jawab atas dampak banjir yang berulang di kawasan tersebut.

Ia menilai, banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan kejadian sebelumnya.

“Ini kejadiannya lebih parah dari yang lalu. Ini parah,” ujar Suyono kepada Tribunjateng.com, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, pengembang perumahan tidak bisa lepas tangan, terutama terkait perencanaan awal pembangunan, mulai dari elevasi bangunan hingga sistem drainase.

“Pengembang harusnya ikut bertanggung jawab dalam sisi membuat elevasi atau drainase sehingga tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Suyono menekankan, langkah antisipatif sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat, khususnya warga perumahan subsidi.

Baca juga: Jalan Danasari Bojong Tegal Retak dan Ambles 1 Meter, Pengendara Diimbau Cari Jalur Alternatif

Diketahui waktu itu, dalam berita Tribunjateng yang sudah tayang, matahari bersinar terik di atas Perumahan Griya Nagita. 

Namun bagi warga, hangatnya cahaya matahari belum mampu menghapus duka akibat banjir besar yang terjadi pada Selasa (20/1/2026) malam.

BERSIH-BERSIH - Warga Perumahan Subsidi Griya Nagita, Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, membersihkan sisa banjir setinggi sekitar 2,5 meter yang merendam rumah mereka.
BERSIH-BERSIH - Warga Perumahan Subsidi Griya Nagita, Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, membersihkan sisa banjir setinggi sekitar 2,5 meter yang merendam rumah mereka. (Tribun Jateng/Tito Isna Utama)

Lumpur cokelat masih menempel tebal di lantai, dinding, hingga halaman rumah.

Sejumlah warga tampak bergotong royong membersihkan sisa-sisa banjir dengan peralatan seadanya.

Satu di antara warga setempat Kholik (37), Ia sibuk membersihkan halaman depan rumah yang dipenuhi lumpur dan sampah kiriman banjir.

Tak hanya halaman, bagian dalam rumahnya juga terendam lumpur cukup tebal.

“Semalam itu banjir paling parah. Tingginya sampai 2,5 meter. Ini yang terburuk dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Kholik kepada Tribunjateng.com, Rabu (21/1/2026).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved