Kota Semarang
Banjir Semarang, Duka Buat Wisnu karena Warung Sotonya Sepi Pembeli
Air masih menggenang di sepanjang ruas Jalan Sidomukti Raya hingga Jalan Tlogosari Raya. Padahal, cuaca terpantau cerah dan panas, siang tadi.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Hujan lebat turun sejak Kamis (15/1/2026) malam di Kota Semarang
- Tapi parahnya, meski hujan sudah tidak turun, genangan tak kunjung surut hingga lebih dari 24 jam berselang.
- Hal ini membuat sejumlah penjual makanan mengeluh
- seperti dirasakan Wisnu (33), pemilik warung Soto Ayam & Soto Sapi “Pak Setu”, Jumat (16/1/2026) sore .
- Ia bukan sibuk meracik kuah panas atau melayani pelanggan, melainkan berdiri di depan gerobaknya dengan sapu lidi di tangan.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Cuaca pada Jumat (16/1/2026) begitu cerah.
Hal ini yang membuat Wisnu (33), pemilik warung Soto Ayam & Soto Sapi “Pak Setu”, mantap untuk membuka warung sotonya.
Namun, meski cuaca cerah, namun genangan air di sekitar warungnya tak kunjung surut.
Kota Semarang, sejak Kamis (15/1/2026) malam, memang diguyur hujan hingga menyebabkan sejumlah daerah tergenang banjir.
Wisnu tentu saja sedih, sebab hingga sore genangan tak kunjung surut.
Karena itu, ia bukan sibuk meracik kuah panas atau melayani pelanggan, melainkan berdiri di depan gerobaknya dengan sapu lidi di tangan.
Dia menyapu air, mendorong genangan keluar ke parit di tepi Jalan Sidomukti Raya, Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Air masih menggenang di sepanjang ruas Jalan Sidomukti Raya hingga Jalan Tlogosari Raya.
Padahal, sejak pagi hingga sore hari cuaca terpantau cerah dan panas.
Hujan lebat turun sejak Kamis (15/1/2026) malam, namun genangan tak kunjung surut hingga lebih dari 24 jam berselang.
Baca juga: BREAKING NEWS:Kepala Biro Humas dan Protokol Kemen UMKM Meninggal Kecelakaan di Tol Pejagan Pemalang
Di bagian depan, air setinggi di atas mata kaki merendam area gerobak soto Wisnu.
Sementara di dalam warung, tempat meja dan kursi makan berada di kontur sedikit lebih tinggi, genangan datang dan pergi.
Setiap kali kendaraan melintas, ombak kecil dari jalan selalu masuk kembali, membasahi lantai yang sudah disapunya berulang kali.
“Setiap mobil melintas airnya masuk lagi,” kata Wisnu saat ditemui Tribunjateng.com.
Menurut dia, kondisi itu bukan hal baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/soto-okke-kebanjiran.jpg)