Kamis, 23 April 2026

Kebumen

Sasar 7,5 Juta Warga Jateng, MBG Jalan Terus Selama Puasa

Kepala BGN Dadan Hidayana pastikan program Makan Bergizi Gratis tak libur saat Ramadan. Untuk siswa puasa, menu disesuaikan jadi makanan tahan lama.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Agus Iswadi
Pantau Kesiapan - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hidayana (tengah), didampingi Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat meninjau pelaksanaan program MBG di Kebumen, Senin (12/1/2026). BGN memastikan program tetap berjalan selama Ramadan. 
Ringkasan Berita:
  • Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan target 7,5 juta penerima manfaat di Jawa Tengah.
  • Mekanisme distribusi bagi siswa yang berpuasa akan disesuaikan, yakni makanan dibagikan di sekolah dalam bentuk siap saji yang tahan lama untuk dikonsumsi saat berbuka puasa (Magrib).
  • Sasaran prioritas lain seperti ibu hamil, anak balita, dan wilayah mayoritas non-muslim tetap mendapatkan layanan makan siang secara normal.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Kekhawatiran masyarakat mengenai nasib program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat memasuki bulan Ramadan akhirnya terjawab.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hidayana, memastikan program andalan pemerintah ini tidak akan libur alias jalan terus.

Kepastian tersebut disampaikan Dadan usai meninjau kesiapan dapur Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) dan meluncurkan program "MBG Nglarisi Pasar" di Pasar Tumenggungan, Kebumen, Senin (12/1/2026).

Baca juga: Tanpa Tengkulak, Petani Kebumen Pasok Langsung Bahan MBG

Di Jawa Tengah sendiri, program ini menyasar angka yang fantastis.

"SPPG yang telah beroperasi di wilayah Jawa Tengah kini ada 3.193 dapur atau 96 persen dengan total 7,5 juta penerima manfaat dari target 3.300 dapur," ungkap Dadan didampingi Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.

Mekanisme Saat Puasa

Dadan menjelaskan, akan ada penyesuaian teknis distribusi makanan bagi siswa sekolah yang menjalankan ibadah puasa.

Makanan tidak dimakan saat jam istirahat siang, melainkan dibawa pulang.

Oleh karena itu, standar menu pun akan disesuaikan agar tidak mudah basi.

"Untuk anak sekolah yang di daerah mayoritas puasa, maka makanannya dalam bentuk makanan siap saji yang tahan sampai Magrib. Nanti di sekolah dibagikan, dimakan saat buka," jelas Dadan.

Sementara itu, bagi kelompok penerima manfaat yang tidak diwajibkan berpuasa, seperti ibu hamil dan anak balita, distribusi makanan tetap berjalan normal pada jadwal biasanya.

Hal yang sama berlaku bagi sekolah di daerah yang mayoritas siswanya tidak menjalankan ibadah puasa.

Kesiapan Kebumen

Khusus untuk Kabupaten Kebumen, infrastruktur program ini dinilai sudah sangat siap.

Dari target 190 dapur SPPG, sebanyak 142 dapur sudah beroperasi penuh atau dalam tahap persiapan akhir.

Sisanya, sebanyak 48 dapur sedang dalam proses pembangunan.

Dengan kesiapan infrastruktur ini, Dadan optimistis asupan gizi bagi jutaan anak dan kelompok rentan di Jawa Tengah, khususnya Kebumen, akan tetap terjaga kualitasnya meski memasuki bulan puasa. (Ais)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved