Berita Jateng
Cilacap dan Pemalang Catatkan Kasus Pernikahan Anak Terbanyak di Jateng, Masalah Ekonomi Jadi Pemicu
Cilacap dan Pemalang mencatatkank kasus pernikahan anak terbanyak di Jateng. Terbanyak terjadi pada anak perempuan.
Ringkasan Berita:
- Cilacap dan Pemalang mencatatkan kasus pernikahan anak terbanyak di Jawa Tengah.
- Pernikahan dini tersebut paling banyak dialami anak perempuan.
- Kasus pernikahan anak bukan lagi didominasi karena hamil di luar nikah tetapi masalah ekonomi dan dorongan orangtua.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Cilacap dan Pemalang mencatatkan kasus pernikahan anak tertinggi di Jawa Tengah.
Sepanjang Januari-Juni 2025, jumlah pernikahan anak di Jateng mencapai 2.951 anak.
Rinciannya, pernikahan anak itu terjadi pada 2.443 anak perempuan dan 508 anak laki-laki.
Menurut undang-undang, pernikahan anak terjadi saat mereka menikah di umur kurang dari 19 tahun.
Baca juga: Dinsos Purbalingga: Lingkungan Keluarga dan Pengetahuan Jadi Akar Masalah Pernikahan Dini
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah, Ema Rachmawati mengatakan, angka pernikahan anak di Jateng sebenarnya mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Pada 2023, jumlah pernikahan anak di Jateng mencapai 10 ribu anak.
Sementara, pada 2024, turun menjadi sekitar 7.000 anak.
"Alhamdulillah, dari tahun ke tahun turun."
"Jadi, itu memang trennya waktu Covid sempat naik, itu kan mungkin anak-anak bingung enggak sekolah, mau ke mana, kawin aja gitu," ungkap Ema, Rabu (7/1/2026), dikutip dari Kompas.com.
Pernikahan Anak Perempuan Lebih Banyak
Data DP3AP2KB, sepanjang 2024, tercatat 7.903 kasus pernikahan anak yang terdiri dari 6.622 perempuan dan 1.281 laki-laki.
Lalu, pada semester pertama 2025, tercatat 2.951 kasus pernikahan anak yang terdiri dari 2.443 perempuan dan 508 laki-laki.
Tingginya angka pernikahan anak perempuan ketimbang anak laki-laki, kata Ema, dipicu beberapa hal, semisal tradisi lokal serta kondisi ekonomi keluarga.
"Sebarannya (pernikahan anak terbanyak terjadi) memang di daerah miskin," imbuhnya.
Adapun data pernikahan anak perempuan tertinggi di antaranya Pemalang 223 anak, Cilacap 198 anak, Banjarnegara 152 anak, Grobogan 133 anak, Banyumas 130 anak, Jepara 126 anak, Purbalingga 125 anak, Brebes 122 anak, Wonosobo 103 anak, Demak 100 anak.
Baca juga: Kasus Pernikahan Dini di Banjarnegara Tertinggi di Jawa Tengah, Forbara Edukasi ke Sekolah
| Proyek Tanggul Laut Raksasa di Pantura Jawa Bakal Gusur Nelayan: Direlokasi demi Kesejahteraan |
|
|---|
| Persijap Dipermalukan Persija di Kandang, Kalah 0-2 |
|
|---|
| PCNU Pati Minta Oknum Pengasuh Ponpes yang Cabuli Santriwati Ditahan |
|
|---|
| Lima Korban Kebakaran Gedung Tiga Lantai di Semarang, 2 Terluka Bakar |
|
|---|
| Polresta Pati Segera Tahan Pengasuh Pesantren yang Cabuli Santriwati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Ilustrasi-menikah-pernikahan-nikah-pengantin.jpg)