Jumat, 29 Mei 2026

Berita Jateng

Sempat Picu Inflasi, Harga Cabai Kini Anjlok Separuh Harga

Penurunan paling terasa terjadi pada komoditas cabai yang kini anjlok hingga separuh dari harga tertinggi sebelumnya

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Eka Yulianti Fajlin
Pedagang sayur Pasar Babadan, Ungaran, melayani pembeli, Kamis (8/1/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Semarang kini terpantau mulai turun usai lonjakan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).


Penurunan paling terasa terjadi pada komoditas cabai yang kini anjlok hingga separuh dari harga tertinggi sebelumnya.


Pedagang sayuran Pasar Babadan, Warsini menyebut, harga cabai yang sempat melonjak kini kembali mereda. 


Saat ini, harga cabai rawit hijau di Pasar Babadan sebesar Rp 80 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp50 ribu, cabai keriting merah Rp50 ribu, dan cabai hijau Rp40 ribu per kilogram. 


"Kemarin paling tinggi sampai Rp100 ribu per kilogram pas Natal. Sekarang sudah turun separo. Yang masih tinggi cabai rawit hijau," ujarnya, Kamis (8/1/2026). 


Selain cabai, harga bawang juga ikut turun. Warsini menyebut, bawang merah kini Rp 45 ribu per kilogram. Sedangkan, bawang putih Rp 40 ribu per kilogram, dari sebelumnya sempat menyentuh Rp 60 ribu per kilogram saat Natal. Sementara, harga sayur-mayur relatif normal. 


Penurunan harga juga terjadi pada daging ayam potong. Pedagang daging ayam potong, Din menyebut, harga ayam kini Rp 34 ribu per kilogram. Harga tersebut turun dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram saat momen Natal. 


"Turun baru dua hari ini. Pas Natal sempat Rp 40 ribu," katanya. 


Din berharap harga tidak fluktuatif agar tidak menimbulkan salah paham di masyarakat. 


"Kemarin beli mahal, sekarang murah, dikira cari untung banyak," tuturnya. 


Menurutnya, harga Rp34 ribu masih tergolong normal, namun akan lebih baik jika bisa diturunkan lagi agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa membeli. 


Adapun kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pemicu inflasi pada Desember 2025 lalu dengan andil sebesar 0,38 persen. Angka inflasi di Jateng pada Desember 2025 sebesar 0,50 persen (mtm) dan sebesar 2,72 persen (yoy). 


Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Andi Reina Sari Hufaid menyampaikan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama didorong oleh kenaikan harga komoditas cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah. 

Baca juga: Dana Desa 2026 Turun, Berikut Penjelasan Skema Baru DD Reguler dan DD KDMP


"Peningkatan harga cabai rawit dan daging ayam ras sejalan dengan kenaikan permintaan menjelang momentum Nataru 2026. Kemudian, cuaca ekstrim yang terjadi pada bulan Desember menyebabkan penurunan produksi komoditas hortikultura terutama komoditas cabai rawit dan bawang merah," jelasnya. 


Dia menyebut, inflasi juga disumbang oleh kelompok perawatan pribadi dan kasa Lainnya dengan andil sebesar 0,08 persen. Inflasi pada Kelompok tersebut didorong oleh kenaikan harga komoditas emas perhiasan dnegan andil 0,07 persen seiring dengan harga emas dunia yang berada pada tren meningkat hingga mencapai all time high pada Desember 2025. 


"Peningkatan harga emas terjadi seiring dengan peningkatan permintaan investor terhadap aset safe haven akibat ketegangan geopolitik global, ekspektasi pemangkasan kembali suku bunga The Fed pada awal 2026," jelasnya. (eyf)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved