Rabu, 3 Juni 2026

Berita Pekalongan

Stok Darah Golongan A dan AB di PMI Kota Pekalongan Menipis, Warga Diimbau Berdonor Darah

Stok darah A dan AB di PMI Kota Pekalongan menipis. Mereka pun mengimbau warga pemilik golongan darah A dan AB berdonor darah.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purmomo | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Indra Dwi Purmomo
KANTONG DARAH - Stok darah AB+ di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan, Selasa (7/1/2026). Saat ini, UDD PMI Kota Pekalongan menghadapi keterbatasan stok darah golongan A dan AB. 
Ringkasan Berita:
  • Stok darah golongan A dan AB di PMI Kota Pekalongan menipis.
  • PMI Kota Pekalongan mengimbau warga bergolongan darah A dan AB melakukan donor darah untuk mengantisipasi permintaan mendadak.
  • Sementara, stok darah untuk golongan lain relatif aman.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan menghadapi keterbatasan stok darah golongan A dan AB.

Mereka berharap, masyarakat pemilik golongan darah A dan AB dapat berdonor darah untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan mendadak.

Ditemui Selasa (6/1/2026), Petugas P2D2S UDD PMI Kota Pekalongan Muhammad Fahmi mengungkap ketersediaan darah berdasarkan golongannya di UDD PMI Kota Pekalongan.

"Untuk whole blood (WB), stok golongan A saat ini tersedia 7 kantong dan golongan AB 11 kantong."

"Sementara, golongan B masih 62 kantong dan golongan O sebanyak 35 kantong," kata Fahmi, Selasa (6/1/2026).

Baca juga: PDIP Kabupaten Pekalongan Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD: Suara Langsung Rakyat Pilar Demokrasi

Ia menambahkan, pada komponen Packed Red Cells (PRC), stok darah golongan A tersedia 12 kantong, golongan AB 11 kantong, golongan B 33 kantong, dan golongan O 35 kantong.

Adapun untuk komponen Thrombocyte Concentrate (TC) atau trombosit, stoknya relatif terbatas yakni, 3 kantong untuk golongan A, 6 kantong untuk golangan B, 2 kantong untuk golongan O, dan 2 kantong untuk golongan AB.

Menurut Fahmi, keterbatasan stok trombosit perlu menjadi perhatian khusus mengingat komponen tersebut memiliki masa simpan yang singkat.

Apabila permintaan meningkat, kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat pemenuhan kebutuhan darah di fasilitas pelayanan kesehatan.

"Ketersediaan darah golongan A dan AB saat ini belum berada pada level aman."

"Kami mengharapkan dukungan pendonor, khususnya yang memiliki golongan darah tersebut untuk segera berdonor darah," harapnya.

Baca juga: Jamin Kesehatan Warga, Pemkab Pekalongan Pastikan Program UHC Masih Ada. Siapkan Anggaran Rp74 M

Sebagai upaya antisipasi, UDD PMI Kota Pekalongan terus mengimbau masyarakat yang sehat dan memenuhi persyaratan donor darah agar berpartisipasi aktif, baik dengan mendonorkan darah langsung di UDD PMI maupun melalui kegiatan donor darah keliling.

Fahmi memastikan, seluruh proses donor darah dilaksanakan sesuai standar pelayanan nasional, dengan pengawasan tenaga medis profesional, serta penerapan prosedur keselamatan yang ketat demi menjaga keamanan pendonor dan kualitas darah.

"Melalui partisipasi aktif masyarakat, kami berharap, ketersediaan darah golongan A dan AB dapat segera mencukupi kembali sehingga pelayanan transfusi darah kepada masyarakat tetap berjalan optimal," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved