Kamis, 14 Mei 2026

Berita Jateng

Pedagang Atribut Tahun Baru di Semarang Sepi Pembeli hingga Terancam Merugi

Ia mengaku baru mengetahui adanya kebijakan pelarangan pesta kembang api beberapa hari terakhir

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: khoirul muzaki
Tribun Jateng/Reza Gustav Pradana
MENATA KEMBANG API - Nur (40) menata kardus-kardus kembang api di lapak dadakannya di Jalan MT Hariyono, Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin (29/12/2025) sore. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Sore itu, Senin (29/12/2025), Nur (40) tampak sibuk merapikan kardus-kardus berisi kembang api lapak dadakannya di Jalan MT Hariyono, Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Di sana, dia berjaga dan matanya sesekali menoleh ke arah jalan, berharap ada pembeli yang singgah.

Namun harapan itu belum juga terwujud.

“Sepi sekali. 

Tidak seperti tahun lalu,” kata Nur kepada Tribunjateng.com.

Sudah hampir sebulan Nur membuka lapak kembang api di lokasi itu. 

Sejak 1 Desember 2025, dia menjajakan berbagai jenis kembang api, mercon, hingga terompet, dari pagi pukul 07.00 WIB hingga malam sekitar pukul 21.00 WIB. 

Lapak itu rencananya akan tetap berdiri hingga sepekan setelah Tahun Baru 2026.

Biasanya, dua hari menjelang malam pergantian tahun adalah masa panen. 

Tahun sebelumnya, di waktu yang sama, Nur mengaku sudah balik modal. 

Namun kali ini, kardus-kardus kembang api justru masih menumpuk rapi.

“Padahal modalnya Rp10 juta, tahun kemarin ramai, tahun-tahun sebelumnya juga selalu habis. 

Sekarang dua hari sebelum malam tahun baru masih banyak,” kata dia.

Nur, warga Wonogiri yang sehari-hari berjualan minuman, mengaku baru mengetahui adanya kebijakan pelarangan pesta kembang api beberapa hari terakhir. 

Dia menduga, aturan itu membuat warga memilih untuk tidak membeli, meski hanya untuk dinyalakan kecil-kecilan di rumah.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved