Berita Tegal
Pascaditerjang Banjir Bandang, Pancuran 13 dan 5 Guci Tegal Siap Terima Wisatawan Libur Nataru
Proses perbaikan dan pembersihan lokasi di Pancuran 13 menunjukkan perkembangan yang signifikan. Nataru siap menerima wisatawan.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Objek wisata Guci dipastikan sudah bisa menerima wistawan saat Nataru
- Pasca diterjang banjir bandang yang terjadi tiga hari lalu, proses perbaikan dan pembersihan lokasi di Pancuran 13 menunjukkan perkembangan yang signifikan.
- Bupati Ischak memahami masih ada kekhawatiran sebagian wisatawan untuk datang kembali ke Guci pasca banjir
TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Kondisi lokasi terdampak banjir bandang di Guci tegal, yang terjadi tiga hari lalu sudah jauh lebih baik dan siap menerima kunjungan wisatawan di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Hal itu disampaikan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, bersama Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid usai meninjau kembali objek wisata Guci pada Selasa (23/12/2025) malam.
Bupati Ischak memastikan proses perbaikan dan pembersihan lokasi di Pancuran 13 menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Kami melihat langsung progresnya sudah lebih baik. Tentu masih butuh waktu sekitar tiga sampai empat hari lagi untuk proses pemulihan dan pembersihannya,” ujar Bupati Ischak, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (24/12/2025).
Pihak pengelola diminta menambah alat berat untuk mempercepat proses normalisasi.
Baca juga: Banjir Bandang di Guci Tegal Diduga Dipicu Lahan Gundul Lereng Gunung Slamet
“Kalau alat beratnya hanya satu waktunya tentu akan lebih lama. Kami sudah berpesan agar ditambah supaya proses pembersihannya bisa lebih cepat lagi,” kata Bupati Ischak.
Peninjauan dilanjutkan ke Pancuran 5, di mana sejumlah wisatawan tampak sedang berendam di kolam air panas.
Pancuran 5 termasuk objek yang dikelola Pemkab Tegal dan gratis bagi pengunjung, termasuk pemandian tertutup berkapasitas 20 kamar rendam dengan satu kolam mininya yang tidak terdampak banjir bandang.
Bupati Ischak memahami masih ada kekhawatiran sebagian wisatawan untuk datang kembali ke Guci pasca banjir.
Hal itu ditunjukkan dari tingkat kunjungan wisatawan yang berkurang hingga 60 persen.
Meski demikian, ia mengatakan sebagian besar objek atau wahana wisata di Guci sudah aman dan siap menerima kunjungan.
“Selain Pancuran 13 yang masih dalam tahap pemulihan, ada Pancuran 5, kolam pemandian tertutup, Asyafana, Guci Forest, Gulala, dan destinasi lainnya sudah siap dikunjungi. Pada momen libur sekolah dan nataru ini kami berharap Guci tetap menjadi destinasi wisata pilihan,” harap Bupati Ischak.
Baca juga: 458 Warga Purbalingga Lunasi Biaya Haji, Sudah 85 Persen
Mas Bupati Ischak memastikan kondisi keamanan dan kesiapan kawasan Guci menyambut libur Nataru yang sudah terkoordinir dengan baik.
Bahkan untuk menarik lebih banyak minat wisatawan, ia mengimbau para pelaku usaha dan pelaku pariwisata agar memberikan potongan harga.
“Harapannya masyarakat tetap mau berkunjung ke Guci, pelaku UMKM juga tetap bisa hidup, roda perekonomi tetap berjalan, dan kesejahteraan masyarakatnya tetap terjaga,” ungkap Bupati Ischak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/WISATA-GUCI-PANCURAN-13-OKE.jpg)