Berita Jateng
Penyebab Harga Emas Fantastis Tembus Rp 2,5 Juta per Gram
Ketidakpastian ekonomi global dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya minat masyarakat berinvestasi emas
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Harga emas logam mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Logam mulia Antam diperdagangkan di harga Rp 2.561.000/gram. Angka tersebut naik Rp 59.000 dari harga sebelumnya. Sementara, harga emas batang di Pegadaian dibanderol Rp 25.080/0,01 gram.
Ketidakpastian ekonomi global dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya minat masyarakat berinvestasi emas. Sehingga, harga emas cenderung mengalami kenaikan.
Kepala Departemen Business Support PT Pegadaian Kanwil 11 Semarang, Tyas Ari Hidayat menyebut, kondisi geopolitik dan ekonomi dunia turut mengerek harga emas di pasar nasional.
Menurut Tyas, berbagai faktor global seperti konflik yang belum usai serta dinamika ekonomi dan politik internasional membuat emas kembali menjadi instrumen pelindung nilai yang dipilih masyarakat.
"Banyak negara dan masyarakat sekarang mengalihkan simpanannya ke emas. Itu yang kemudian mendorong harga emas naik, apalagi menjelang akhir tahun konsumsi emas juga cenderung meningkat," ujar Tyas, Selasa (23/12/2025).
Dari sisi transaksi, Pegadaian mencatat aktivitas investasi emas tetap tinggi meski harga berada di level tertinggi. Tyas mengungkapkan, khusus produk cicil emas, transaksi harian di wilayah Kanwil 11 Semarang rata-rata mencapai sekitar tiga kilogram per hari. Angka tersebut belum termasuk produk tabungan emas.
Untuk tabungan emas, Pegadaian mencatat total transaksi sepanjang Desember ini mencapai sekitar 46 kilogram atau rata-rata 2,5 kilogram per hari.
"Kalau dibandingkan bulan sebelumnya, relatif stabil. Bulan lalu juga sudah tinggi di kisaran 2,4 kilogram per hari," paparnya.
Baca juga: Bupati Banyumas Sadewo Lantik 85 Pejabat, Minta Bangun Komunikasi yang Baik
Harga emas yang tinggi, menurut Tyas justru justru memicu peningkatan investasi. Dia mencontohkan, pada pertengahan tahun saat harga emas terus naik, minat masyarakat untuk berinvestasi emas meningkat tajam.
"Saat harga tinggi, masyarakat justru ramai-ramai beli untuk investasi. Kesadaran menabung emas sekarang sudah jauh lebih baik," katanya.
Untuk prospek ke depan, lanjut Tyas, Pegadaian memprediksi harga emas pada 2026 masih berpotensi mengalami kenaikan, meski tidak drastis seperti pada 2025.
"Prediksi kami, harga emas tahun depan tetap naik, walaupun mungkin ada fase turun sesaat. Tapi biasanya tidak lama, kemudian naik lagi. Banyak faktor yang memengaruhi, jadi kami tetap berhati-hati," ujarnya.
Dalam menghadapi harga emas yang kian tinggi, Pegadaian menyiapkan berbagai strategi agar investasi emas tetap dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Pegadaian memiliki produk cicil emas dengan skema angsuran tetap, di mana harga dikunci sejak awal meski harga emas naik di kemudian hari.
Selain itu, Pegadaian juga mengandalkan produk tabungan emas yang memungkinkan masyarakat menabung mulai dari nominal kecil.
"Tabungan emas bisa dimulai dari Rp 10.000. Ini kami siapkan untuk masyarakat menengah ke bawah, mahasiswa, atau pekerja yang baru mulai bekerja," sebutnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/emas-antam-logam-mulia.jpg)