Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang
Fakta Kecelakaan Bus Tewaskan 16 Orang, Sopir Ternyata Masih Baru
“Sopirnya baru dua kali PP. Tadinya kan sudah reyen empat hari, terus jalan baru dua PP ini kecelakaan,” ujar Robi, kernet bus
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan bus maut di Simpang Susun Krapyak, Tol Dalam Kota Semarang, menewaskan 16 orang
- Fakta baru terungkap, ternyata Sopir bus PO Cahaya Trans yang terlibat kecelakaan tunggal tersebut disebut masih tergolong baru
- Sang sopir baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi (PP) rute Bogor–Yogyakarta sebelum peristiwa nahas terjadi.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans dari Bogor menuju Yogyakarta, Senin (22/12/2025) dini hari, menabrak pagar pembatas jalan di Simpang Susun Krapyak, cukup mengejutkan.
Pasalnya, dalam peristiwa itu, setidaknya 16 orang tewas.
Rinciannya, 15 penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban meninggal saat menjalani perawatan medis di RS Tugu Semarang.
Di sisi lain, fakta baru terungkap dari kecelakaan tersebut.
Di mana, sopir bus PO Cahaya Trans masih tergolong baru, karena baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi (PP) rute Bogor–Yogyakarta sebelum peristiwa nahas terjadi.
Hal itu disampaikan Robi Sugianto (51), kernet bus asal Bumiayu, Brebes, yang kini masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.
“Sopirnya baru dua kali PP. Tadinya kan sudah reyen empat hari, terus jalan baru dua PP ini kecelakaan,” ujar Robi dengan suara pelan sambil menahan nyeri.
Menurut Robi, sopir yang mengemudikan bus tersebut masih muda dan berasal dari Padang.
Baca juga: BREAKING NEWS- 15 Penumpang Bus PO Cahaya Trans Tewas di Tol Krapyak Semarang akibat Bus Terguling
Dalam kecelakaan itu, sopir hanya mengalami luka ringan.
“Sopirnya cuma lecet-lecet, sekarang di kantor polisi. Sopirnya masih muda, orang Padang,” imbuh dia.
Robi juga menuturkan, selama perjalanan dia tidak merasakan bus melaju dengan kecepatan tinggi.
“Kalau ngebut sepertinya tidak. Sepertinya jalan biasa,” ungkap dia.
Sementara Robi menyampaikan kesaksiannya, suasana IGD RSUD dr. Adhyatma MPH pada Senin (22/12/2025) masih dipenuhi aktivitas penanganan korban kecelakaan bus maut tersebut.
Tangis keluarga, langkah cepat tenaga medis, dan aroma obat-obatan bercampur menjadi satu.
Sebanyak sembilan korban luka dirawat di RSUD dr. Adhyatma MPH.
| Bus Cahya Trans Hantam Pembatas Tol Semarang di Krapyak Hingga Bikin Purwoko Salto, Istri Tewas |
|
|---|
| Truk Elpiji Tabrak Truk Sembako di Perempatan Krapyak Semarang, Sopir Sempat Tak Sadarkan Diri |
|
|---|
| Banjir Bandang di Guci Tegal Diduga Dipicu Lahan Gundul Lereng Gunung Slamet |
|
|---|
| BREAKING NEWS- 15 Penumpang Bus PO Cahaya Trans Tewas di Tol Krapyak Semarang akibat Bus Terguling |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/kernet-bus-okeoke.jpg)