Kamis, 7 Mei 2026

Berita Brebes

Tak Terima Pernyataan Kades Gegerkunci Brebes, Warga Balik Tuntut Transparansi Dana Desa

“Mudah-mudahan tahun depan, para PMI-PMI di Desa Gegerkunci menggalang dana untuk ngaspal...," kata Kades gegerkunci, Zamroni .

Tayang:
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Wahyu Nur Kholik
PROTES PERNYATAAN KADES - Warga saat membentangkan sepanduk saat menggeruduk kantor Desa Gegerkunci, Senin (15/12/2025).  

Ringkasan Berita:
  • Ratusan warga Desa Gegerkunci, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah digeruduk warganya, Senin (15/12/2025).
  • Hal itu, karena Kepala Desa Gegerkunci, Zamroni meminta supaya para PMI (Pekerja Migran Indonesia) dari desa itu bisa menggalang dana untuk memperbaiki jalan yang rusak dan tidak hanya untuk acara pengajian saja.
  • Potongan video itulah kemudian yang memicu warga tidak terima 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Mulutmu harimaumu. Ungkapan itu barangkali pas disematkan pada Kepala Desa Gegerkunci, Zamroni, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Bagaimana tidak, gara-gara pernyataannya, Zamroni digeruduk ratusan warga Desa Gegerkunci, Senin (15/12/2025).

Hal itu bermula saat sang Kepala Desa Gegerkunci, Zamroni menyebut supaya para PMI (Pekerja Migran Indonesia) dari desa itu bisa menggalang dana untuk memperbaiki jalan yang rusak dan tidak hanya untuk acara pengajian saja.

“Mudah-mudahan tahun depan, para PMI-PMI di Desa Gegerkunci menggalang dana untuk ngaspal ben dalane alus (biar jalannya halus) atau paling tidak RTLH aja pengajian bae (jangan pengajian mulu),” ucap Zamroni dalam sambutan pengajian di desa tersebut.

Llau, potongan video itu pun beredar di media sosial Facebook dan mengundang banyak kritik warganet.

Baca juga: Odong-odong di Kebumen Menolak Punah, Paguyuban Awak Angkutan Umum Wadul Dewan

Tak sedikit yang menyinggung soal dana desa untuk perbaikan jalan. Mengingat masih ada jalan rusak di sejumlah titik selama Kepala Desa menjabat.

Agus Damawi koordinator aksi demo tersebut menyebut, pernyataan kades dinilai nyeleneh.

Karena itu, warga meminta agar kades meminta maaf langsung kepada warga.

"Aksi ini merupakan aksi damai, kami meminta kades agar klarifikasi terkait ucapannya saat acara pengajian," ujarnya.

Selanjutnya, Agus juga meminta terkair transparansi dana desa, lantaran selama kades menjabat tidak terlihat pembangunan.

"Kami juga meminta agar dana desa lebih transparan lagi, kami meminta harus terbuka secara umum. Karena ini uang rakyat," ungkapnya.

Agus juga menyebut adanya pungli saat permintaan rekomendasi dari desa untuk pemberangkatan calon pekerja migran untuk berangkat keluar negeri.

Baca juga: Ingin Kembalikan Kejayaan PSIS, Manajemen PSIS Semarang Bertemu Wali Kota Agustina dan Suporter

"Permintaannya contoh saat pembuatan surat kemudian dimintai sejumlah uang," katanya.

Merespon tuntutan warga, kepala desa Zamroni mengatakan, pihaknya sudah menjawab secara langsung terkait tuntutan warga.

"Saya juga sudah menyampaikan permintaan maaf kepada warga terkait ucapan saya yang sempat membuat gaduh."

"Kita tidak ingin ada kegaduhan lagi di media sosial terkait permasalahan ini," tandasnya.

Diketahui, Desa Gegerkunci merupakan salah satu desa yang warganya sebagian besar merupakan pekerja migran. (pet).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved