Rabu, 29 April 2026

Berita Jateng

Tembok Rumah Jebol Dihantam Longsoran Talud, Sri Tak Nyenyak Tidur di Rumahnya

Tembok rumahnya bolong menganga hingga tampak nyaris merobohkan atapnya.

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Rustam Aji
Tribunnews.com/Reza Gustav Pradana
TEMBOK RUMAH HANCUR - Sri Sumarsini meratapi tembok rumahnya yang jebol dihantam longsoran talud di Desa Samirono, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Sabtu (6/12/2025). Dia masih diliputi rasa takut setelah material talud runtuh sehari sebelumnya dan hampir merobohkan sisi rumah yang telah ditempati puluhan tahun. 

Ringkasan Berita:
  • Jumat siang (5/12/2025), tembok rumah Sri Sumarsini jebol tertimpa longsoran talud akibat hujan deras
  • Tembok rumahnya bolong menganga hingga tampak nyaris merobohkan atapnya.
  • Batu-batu dari material talud yang longsor masih berserakan di samping rumah, menjadi saksi bagaimana longsoran talut merobohkan tembok rumahnya

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN — Sabtu (6/12/2025) siang itu, Sri Sumarsini melongok ke dua ruangan di sisi rumah, ruang makan dan kamar tidur anaknya yang kini temboknya hancur.

Kejadiannya Jumat siang (5/12/2025), saat hujan tak henti mengguyur sejak pagi, talud itu retak-retak lalu ambruk menimpa tembok rumahnya. 

Tembok rumahnya bolong menganga hingga tampak nyaris merobohkan atapnya.

Batu-batu dari material talud yang longsor masih berserakan di samping rumah.

Rumah Sri berada di lereng kawasan Gunung Merbabu. 

Tepat di samping rumahnya, berdiri rumah tetangga yang posisinya lebih tinggi sekitar tiga meter. 

Di antara keduanya berdiri talud, yang selama ini menguatkan struktur tanah. 

Namun talud itu retak-retak lalu ambruk. 

Materialnya meluncur turun dan menghantam tembok rumah Sri.

“Saya awalnya dengar suara pelan-pelan dari talud, keluarga juga sadar. Tiba-tiba ada suara gemuruh, brum, kencang sekali, setelah itu asap pekat dari debu reruntuhan langsung di mana-mana,” kata Sri kepada Tribunjateng.com.

Saat itu, ruangan yang temboknya jebol sedang kosong. 

Baca juga: 2 Minggu Tanpa Kabar, Peradi Desak Polda Jateng Ambil Alih Kasus Aris Munadi

Kejadian itu membuat ketenangan Sri hilang seketika. 

Malam pertama setelah kejadian, dia hanya bisa terjaga di ruang tamu, lalu berpindah ke ruang belakang. 

Tidur pun, lanjut Sri, tak pernah benar-benar tidur.

“Saya tidurnya tidak nyenyak, khawatir sekali kalau ada susulan lagi bagaimana. Malam-malam berikutnya ya tetap tidur di sini dan saya tidak mengungsi,” imbuh dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved