Berita Jateng
AMPB Kecewa DPRD Pati Tolak Tandatangani Rekonsiliasi untuk Bebaskan Botok Dkk
Novi dan sejumlah rekannya datang untuk menanyakan kelanjutan upaya rekonsiliasi terkait penahanan Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengaku kecewa dengan pihak DPRD Pati.
Hal itu diungkapkan oleh perwakilan AMPB, Novi, usai beraudiensi dengan Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, Selasa (25/11/2025).
Novi dan sejumlah rekannya datang untuk menanyakan kelanjutan upaya rekonsiliasi terkait penahanan Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto.
Pihaknya menghendaki ada upaya rekonsiliasi antara pihak AMPB maupun pihak pro-Bupati Sudewo agar orang-orang yang ditahan di Mapolda Jateng dari kedua belah pihak bisa dibebaskan.
“Kami datang mewakili AMPB. Saudara kami Mas Botok dan Mas Teguh sudah hari ke-25 ditahan di Mapolda. Hari ini saya dan kawan-kawan mencoba audiensi dengan DPRD, menanyakan terkait permintaan rekonsiliasi sudah sampai sejauh mana. Apakah sudah ada pembahasan dari wakil kita di DPRD atau belum,” ujar Novi.
Dia mengaku kecewa karena Ali Badrudin selaku Ketua DPRD Pati menurutnya tidak memberikan jawaban pasti.
Padahal, menurut Novi, dalam perbincangan yang dilakukan secara tertutup, Ali sempat menyebut bahwa penangkapan pentolan-pentolan AMPB “tidak jelas”.
“Mau menunggu sampai kapan? Hampir satu bulan kawan kami ditahan. Di dalam beliau (Ali Badrudin) berkata, amit sewu ini, penangkapan ini ‘ora cetho (tidak jelas)’ katanya. Tapi hari ini saya minta tanda tangan untuk upaya penangguhan Mas Botok dkk., anggota DPRD tidak ada yang mau,” ucap dia.
Novi mengatakan, pihaknya sendiri sudah bergerak dari bawah dengan mengumpulkan data nama, tanda tangan, dan KTP hampir 1.000 orang warga Pati yang mendukung upaya rekonsiliasi dan pembebasan Botok dkk.
“Di sini saya minta tanda tangan wakil kami. Tapi kenyatannya pada mentah semua, tidak ada yang berani, tidak ada yang empati sama Pak Botok dan Pak Teguh,” kata dia.
Padahal, menurut Novi, upaya rekonsiliasi ini dilakukan demi kondusivitas Kabupaten Pati. Pihaknya bukan hanya berupaya untuk membebaskan personel AMPB yang ditahan, melainkan seluruh delapan orang yang ditahan terkait rentetan aksi upaya pemakzulan bupati.
“Terkait aksi demo ada 8 yang ditahan, termasuk pihak yang pro bupati. Kami di sini bukan hanya menuntut pembebasan Mas Botok. Pihak probupati pun, kalau memang mau ke depan kondusif, keluar semua,” ujar dia.
Baca juga: Kabar Gembira! Pemkot Semarang Janjikan Semua Guru Honorer Diangkat PPPK pada 2026
Novi menambahkan, audiensinya di DPRD ini adalah upaya agar tidak perlu sampai ada demo lagi. Dirinya sendiri mengaku sudah lelah.
“Tapi kalau kawan kita sampai dua bulan tidak dibebaskan, apa boleh buat, itu (demo) akan jadi upaya terakhir kami,” tandas dia.
Sementara, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin mengatakan, sebelum pihak AMPB menemuinya hari ini, pekan lalu juga ada audiensi dengan Gabungan Aktivis Pati. Mereka juga sama-sama meminta agar DPRD Pati menyetujui upaya rekonsiliasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/AMPB-TUNTUT-PEBEBASAN-BOTOK.jpg)