Berita Blora
Siswa di Blora Keberatan 6 Hari Sekolah Diterapkan Kembali, Selisih Jam Pulang Hampir Sama
Pemprov Jawa Tengah, menyatakan bakal mengkaji wacana program enam hari sekolah untuk kembali diterapkan. Bagaimana respon siswa?
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Sejumlah peserta didik di Blora merasa keberatan jika program enam hari sekolah bagi SMA/SMK diterapkan kembali.
- "Kalau saya pribadi kalau enam hari sekolah cukup memberatkan bagi kamu sebagai peserta didik," kata Ketua OSIS SMA Negeri 1 Blora, Natasya Fadli Wibowo, Selasa (25/11/2025).
- Natasya beralasan jam pulang sekolah, antara 6 hari dan 5 hari sekolah tidak berbeda signifikan.
- Jika 5 hari sekolah pulang pukul 15.30 WIB, sedangkan jika 6 hari sekolah, pulang sekolah pukul 14.00 WIB.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Wacana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menyatakan bakal mengkaji wacana program enam hari sekolah untuk kembali diterapkan.
Menanggapi halitu, peserta didik di Blora merasa keberatan jika program enam hari sekolah bagi SMA/SMK diterapkan kembali.
Setidaknya hal itu disampaikan Ketua OSIS SMA Negeri 1 Blora, Natasya Fadli Wibowo, saat ditemui di SMA Negeri 1 Blora, Selasa (25/11/2025).
"Kalau saya pribadi kalau enam hari sekolah cukup memberatkan bagi kamu sebagai peserta didik," jelasnya.
Adapun alasannya,karena jam pulang sekolah, antara enam hari dan lima hari sekolah tidak cukup berbeda signifikan.
Natasya mencontohkan, jika lima hari sekolah pulang sekolah pukul 15.30 WIB. Sedangkan jika enam hari sekolah, pulang sekolah pukul 14.00 WIB.
"Itu hanya berjarak sedikit, jadi tidak ada bedanya. Untuk itu di sini saya pribadi lebih suka untuk 5 hari sekolah," jelasnya.
Bahkan, Natasya sempat melakukan survei mandiri ke teman-temannya terkait tanggapan mereka mengenai wacana program enam hari sekolah.
Hasilnya, teman-teman Natasya mayoritas keberatan jika program enam hari sekolah diterapkan kembali. Mereka lebih cenderung memilih lima hari sekolah.
"Kalau dari teman-teman saya sendiri dari hasil survei lapangan langsung ya, di sini teman-teman saya itu berkeinginan untuk tetap lima hari sekolah. Jadi teman-teman setuju lebih baik lima hari sekolah, ketika ada waktu Sabtu dan Minggu libur, itu untuk beristirahat bersama keluarga. Jadi rata-rata teman-teman saya setuju lima hari sekolah," jelasnya.
Baca juga: Kebijakan 6 Hari Sekolah untuk SLTA di Jawa Tengah akan Kembali Diterapkan
Natasya bersama teman-temannya tidak mempermasalahkan jika program lima hari sekolah membuat dirinya dan teman-temannya capek, lantaran harus pulang sekolah sore hari.
"Jika dikatakan capek memang kita capek sebagai pelajar, tapi memang itulah tugas sebagai pelajar untuk menuntut ilmu. Kita akan setuju ketika enam hari sekolah diterapkan dengan syarat, pulang sekolahnya pukul 13.00 WIB," jelasnya.
Kendati demikian, Natasya mengembalikan lagi keputusan sepenuhnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Blora, M. Ali Rozaq, mengatakan bakal mendukung apapun keputusan yang akan diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Saya sebagai kepala sekolah adalah kepanjangan dari program pemerintah. Maka apapun yang dihasilkan oleh pimpinan kita harus ikut," terangnya, Selasa (25/11/2025).
| DPRD Pati Setuju Bupati Sudewo Utang Rp 90 M ke Bank Jateng, Ini di Balik Alasannya! |
|
|---|
| Awas! Air Hujan di Semarang, Boyolali, dan Solo Mengandung Mikroplastik |
|
|---|
| Geledah Mobil Pribadi AKBP Basuki, Polda Jateng Temukan Obat dan Tas Perempuan |
|
|---|
| Ngaji Butuh Gizi, Semarak Berbagi Nasi Goreng Prendengan untuk Santri Banjarnegara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/siswa-tolak-6-hari-sekolah.jpg)