Alumni SMP Negeri 1 Geyer Grobogan Kaget Mengetahui Ada Siswa Meninggal karena Dibully
Kabar duka menyelimuti SMP Negeri 1 Geyer, seorang siswa kelas VII bernama Angga Bagus Perwira, ditemukan tak bernyawa setelah diduga dibully
Penulis: faisal affan | Editor: Rustam Aji
TRIBUNBANYUMAS.COM, GROBOGAN - Sabtu, 11 Oktober 2025 lalu, menjadi hari yang tak terlupakan bagi civitas SMP Negeri 1 Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Ya, tepat di hari itu, seorang siswa kelas VII bernama Angga Bagus Perwira, ditemukan tak bernyawa setelah diduga dibully oleh teman sekolahnya sendiri.
Tentu saja, kematian Angga mengagetkan keluarga dan warga sekitar.
Mereka tidak menyangka, jika anak berusia 12 tahun itu pergi ke sekolah seperti biasa, dan akan menjadi pertemuan terakhirnya di dunia.
Pihak keluarga Angga tenggelam dalam duka yang mendalam.
Mereka menuntut keadilan dan berharap pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya.
Beberapa hari setelah peristiwa itu, tim Tribun Jateng mencoba menelusuri langsung suasana di SMPN 1 Geyer, sekolah tempat Angga menuntut ilmu sekaligus tempat terakhir ia mengembuskan napas.
Siang itu, Rabu (15/10/2025), suasana sekolah tampak sunyi. Gerbang tertutup rapat, tak ada aktivitas guru maupun siswa.
Wartawan mencoba mengetuk dan memanggil, namun tak ada jawaban. Dari luar pagar, terlihat halaman sekolah yang lengang, seolah turut berduka atas kehilangan seorang muridnya.
Baca juga: Miris! Siswa Dibully hingga Tewas di SMP Geyer Grobogan, Tak Ada Guru yang Melerai
Seorang pedagang es yang berjualan di sisi utara sekolah menuturkan bahwa kegiatan belajar mengajar telah selesai sejak pukul 13.30 WIB.
“Iya, sudah pada pulang tadi jam setengah dua. Guru-gurunya juga baru saja pulang,” ujarnya singkat.
Ketika ditanya soal kejadian nahas itu, ia hanya menggeleng pelan.
“Saya nggak tahu. Waktu kejadian saya belum buka. Awalnya ya dikira ada siswa sakit terus dibawa ke rumah sakit,” katanya lirih.
Tak jauh dari situ, sekitar lima meter ke arah utara, seorang pedagang nasi dan soto bernama Moes menyambung cerita.
“Waktu itu orang sini tahunya ada anak sakit. Nggak nyangka kalau ternyata meninggal,” tuturnya pelan sambil menatap kosong ke arah sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/geyer-smp-tutup.jpg)