Iran Vs Israel dan Amerika
Dunia Sambut Senang: AS dan Iran Sepakati Damai Permanen, Perang di Semua Lini Resmi Berakhir
Dunia menyambut baik kesepakatan damai AS-Iran yang mengakhiri perang di semua lini secara permanen, termasuk konflik di Lebanon.
Ringkasan Berita:
- Dunia ramai-ramai menyambut baik kesepakatan damai yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran pada Minggu (14/6/2026).
- Kesepakatan damai ini sekaligus menghentikan perang di semua lini, termasuk Lebanon.
- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik kesepakatan damai AS-Iran dengan gencatan senjata permanen dan pembukaan kembali Selat Hormuz
TRIBUNBANYUMAS.COM, WASHINGTON – Dunia internasional menyambut baik kesepakatan damai bersejarah yang dicapai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Minggu (14/6/2026).
Perjanjian ini secara resmi menghentikan perang di semua lini secara permanen, termasuk eskalasi militer di Lebanon, serta membuka kembali jalur perdagangan vital di Selat Hormuz.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," ujar Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social, sebagaimana dikutip dari AFP.
Langkah penghentian ketegangan ini juga dikonfirmasi oleh pihak Teheran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa penghentian konflik bersenjata ini berlaku segera.
"Pengakhiran perang secara permanen dan segera telah diumumkan di semua lini, termasuk Lebanon," kata Gharibabadi dalam pernyataannya yang disiarkan oleh televisi nasional Iran.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pemerintah Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait kesepakatan tersebut.
Dunia Sambut Baik Akhir Perang Timur Tengah
Kesepakatan damai AS-Iran langsung memicu respons positif dari para pemimpin dunia yang optimistis bahwa stabilitas kawasan akan segera pulih.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyebut momentum ini sebagai pijakan krusial untuk mengakhiri krisis berkepanjangan di Timur Tengah.
Baca juga: Netanyahu Susah Diatur, AS-Israel Retak:Pemerintahan Trump Prioritaskan Kepentingan Domestik Amerika
"Sekretaris Jenderal berharap bahwa pihak-pihak terkait akan memanfaatkan momentum baru ini dan melipatgandakan upaya mereka menuju penyelesaian akhir konflik," jelas juru bicara PBB, Stephane Dujarric.
Senada dengan PBB, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menilai langkah ini sebagai fondasi penting untuk dialog yang lebih luas, terutama terkait stabilitas ekonomi global dan keamanan maritim. Ia menegaskan pentingnya jaminan navigasi yang bebas dan aman di Selat Hormuz, serta penyelesaian menyeluruh atas isu nuklir Iran.
Dukungan serupa datang dari Eropa. Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan ucapan selamat kepada kedua negara dan menyebut rekonsiliasi ini sebagai katalis positif bagi perekonomian dunia. "Ini dapat membuka jalan menuju ekonomi global yang lebih kuat dan Timur Tengah yang lebih aman," tutur Merz.
Antisipasi Sabotase dan Rencana Pencabutan Sanksi
Kendati disambut meriah, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada dan mengawal proses transisi ini hingga penandatanganan resmi perjanjian dilakukan.
"Saya sangat berharap bahwa berita ini akan membuka jalan bagi terwujudnya lingkungan perdamaian dan keamanan yang langgeng di kawasan kita. Semua pihak harus menghindari retorika, provokasi, serta tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan, dan tetap waspada terhadap kemungkinan sabotase," tegas Erdogan.
Baca juga: Bukti Kekuatan Maritim Iran Kuno, Benteng Era Parthia Ditemukan Awasi Jalur Selat Hormuz
| Klaim Harga BBM Terjangkau UMR Jateng, Pertamina Disoraki Mahasiswa |
|
|---|
| Bayar Sukarela, Perahu Pasir Muat 10 Motor Gantikan Jembatan Serayu |
|
|---|
| Pasang Portal 2,1 Meter, Dishub Tutup Jembatan Serayu Mulai Pagi Ini |
|
|---|
| Sudewo Didakwa Terima Suap Rp1,371 Miliar dalam Proyek Kereta Api saat Masih Jadi Anggota DPR RI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260411-iran-vs-as.jpg)