Kamis, 9 April 2026

Berita Internasional

Iran Klaim Menang dan Berhasil Paksa Amerika Turuti 10 Poin Proposal

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengklaim Iran menang besar setelah Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu

Editor: khoirul muzaki
ISTIMEWA/WIKIMEDIA COMMONS /kps
PERKUAT PERTAHANAN - Iran dilaporkan memperkuat pertahanan militer secara besar-besaran di Pulau Kharg. Langkah ini diambil Teheran guna mengantisipasi rencana operasi militer Amerika Serikat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengklaim Iran menang besar setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu.

Iran berhasil memaksa Amerika Serikat menerima rencana penyelesaian 10 poin Iran.

"Musuh telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan, bersejarah, dan telak dalam perang pengecut, ilegal, dan kriminalnya terhadap bangsa Iran," tulis dewan tersebut dalam pernyataannya, Rabu (8/4/2026).

"Iran meraih kemenangan besar dan memaksa Amerika yang kriminal untuk menerima rencana 10 poinnya, di mana Amerika Serikat pada prinsipnya berkomitmen untuk tidak melakukan agresi, melanjutkan kendali Iran atas Selat Hormuz, menerima pengayaan uranium, pencabutan semua sanksi primer dan sekunder, penghentian semua resolusi Dewan Keamanan dan Dewan Gubernur, pembayaran kompensasi oleh Iran, penarikan pasukan tempur Amerika dari kawasan tersebut, dan penghentian perang di semua front, termasuk melawan perlawanan Islam Lebanon," tulisnya.

Iran  menuduh Israel sebagai "zionisme global yang jahat", karena meyakinkan Trump bahwa perang tersebut akan menghancurkan Iran.

"Zionisme global yang jahat telah meyakinkan presiden Amerika yang bodoh itu bahwa perang ini akan menghancurkan Iran dan melenyapkannya,

"Mereka bermimpi memecah Iran, menjarah minyak dan kekayaannya, lalu meninggalkan rakyat Iran di tengah kekacauan, ketidakstabilan, dan ketidakamanan yang mereka ciptakan selama bertahun-tahun kemudian," tambahnya.

Tapi semua di luar dugaan. Yang terjadi justru sebaliknya.

Iran mengklaim militernya hampir menghancurkan kekuatan militer AS,  merujuk pada fasilitas militer AS di berbagai negara Arab yang diserang Iran.

"Karena alasan ini mereka mulai mencoba berkomunikasi dengan Iran melalui berbagai saluran dan metode dan meminta gencatan senjata," kata dewan itu.

Dewan mengklaim musuh memohon untuk menghentikan serangan balasan, tapi pemerintah Iran memutuskan perang berlanjut hingga tujuan tercapai, yakni membuat musuh putus asa dan menghapus ancaman jangka panjang terhadap Iran.

Negosiasi antara Iran dan AS yang ditengahi Pakistan akan berlanjut pada Jumat, 10 April 2026 di Islamabad, Pakistan.

Dewan menyebut pembicaraan itu tidak berarti perang telah berakhir. 

Ini akan tergantung pengamanan persyaratan Iran dan penyelesaian detailnya.

Presiden AS Donald Trump menyebut Washington akan menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dan menyebut proposal Teheran sebagai "dasar yang layak" untuk negosiasi.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved