Jumat, 17 April 2026

Iran Vs Israel dan Amerika

Iran Blokir Total Ekspor Minyak Timur Tengah ke Sekutu AS dan Israel

IRGC resmi blokir ekspor minyak Timur Tengah ke sekutu AS dan Israel via Selat Hormuz. Simak dampak perang Iran terhadap krisis energi global.

Editor: Rustam Aji
tribunnews
JIKA SELAT HORMUZ DITUTUP - Grafis ilustrasi jika Selat Hormuz ditutup oleh Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa (10/3/2026) menyatakan, akan memblokir ekspor minyak Timur Tengah ke negara-negara yang bersekutu dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.  
  •  “Angkatan bersenjata Iran... Tidak akan mengizinkan ekspor satu liter pun minyak dari kawasan ke pihak musuh dan sekutunya sampai pemberitahuan lebih lanjut,” ujar juru bicara IRGC Ali Mohammad Naini
  • Menurut dia, kebijakan tersebut dapat berubah tergantung perkembangan situasi konflik. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman keras dengan menyatakan bakal memblokir seluruh ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah menuju negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Langkah ekstrem ini ditegaskan akan terus berlaku selama eskalasi perang Iran masih berlangsung.

Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan setetes pun pasokan energi jatuh ke tangan pihak yang dianggap sebagai musuh.

“Angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor satu liter pun minyak dari kawasan ke pihak musuh dan sekutunya sampai pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Naini dalam laporan kantor berita Tasnim yang dikutip AFP, Selasa (10/3/2026).

Syarat Melintasi Selat Hormuz

Kebijakan ini merupakan respons langsung atas memanasnya situasi sejak 28 Februari 2026, pasca-serangan AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Konflik tersebut kini telah meluas dan mengganggu stabilitas keamanan di Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan hampir 20 persen pasokan minyak mentah dunia.

Baca juga: Akhirnya Terus Terang, Prabowo Ingatkan Kondisi Sulit Efek Perang Timur Tengah

Sebagai syarat tambahan, IRGC menyerukan negara-negara Arab maupun Eropa untuk segera mengusir duta besar AS dan Israel jika ingin mendapatkan jaminan keamanan di jalur pelayaran tersebut.

“Negara mana pun yang mengusir duta besar Israel dan Amerika dari wilayahnya akan memiliki kebebasan dan wewenang penuh untuk melewati Selat Hormuz mulai besok,” tulis pernyataan resmi IRGC melalui stasiun televisi pemerintah Iran.

Dampak Terhadap Harga Minyak Dunia

Ancaman blokade minyak ini diprediksi akan kembali mengguncang pasar energi global.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak melampaui 100 dollar AS per barrel, angka tertinggi sejak krisis Ukraina tahun 2022.

Meski sempat ada tren penurunan harga setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer akan segera berakhir, pihak Iran menilai penurunan tersebut hanyalah manipulasi pasar yang bersifat sementara.

“Upaya mereka untuk mengurangi dan mengendalikan harga minyak dan gas akan bersifat sementara dan sia-sia. Perdagangan dalam kondisi perang sangat bergantung pada keamanan,” tegas Naini.

Baca juga: Longsor Sempat Tutup Jalan di Campursari Kejajar Wonosobo, Lahan Pertanian Warga Ikut Tertimbun

Eskalasi di Kawasan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved