Rabu, 15 April 2026

Iran Vs Israel dan Amerika

Era Baru Teheran: Mojtaba Gantikan Ali Khamenei, Abaikan Gertakan Donald Trump

Majelis Ahli resmi tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, di tengah eskalasi konflik.

Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/TASNIM/MAHMOUD HOSSEINI via WIKIMEDIA
SAH - Sayyed Mojtaba Khamenei, putra kedua Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei resmi dipilih untuk menggantikan anaknya. 

Ringkasan Berita:
  • Iran resmi menunjuk Ayatollah Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi baru, Senin (9/3/2026).  
  •  Jabatan tersebut memberi Mojtaba wewenang terakhir dalam semua urusan negara di Iran.
  • Pekan lalu, Mojtaba dilaporkan selamat dari serangan udara AS dan Israel. 
  • Menurut sumber tersebut, Mojtaba selama ini dipandang oleh kalangan penguasa Iran sebagai salah satu kandidat penerus ayahnya.

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Republik Islam Iran resmi memasuki era kepemimpinan baru.

Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ketiga, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, dalam pengumuman mendadak pada Senin (9/3/2026) dini hari waktu setempat.

Penunjukan Mojtaba dilakukan melalui pemungutan suara oleh 88 ulama senior yang tergabung dalam Majelis Ahli.

Langkah ini mengukuhkan suksesi kekuasaan di tengah situasi keamanan yang kritis pasca-terbunuhnya Ali Khamenei dalam serangan udara sebelumnya.

"Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem suci Republik Islam Iran," bunyi pernyataan resmi Majelis Ahli yang dikutip dari AFP.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Iran tidak ragu dalam menentukan arah kepemimpinan meski sedang menghadapi agresi brutal dari Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga: Tolak Gencatan Senjata, Iran Pilih Perlawanan Total Melawan AS-Israel

Profil dan Pengaruh Mojtaba

Mojtaba Khamenei, yang sebelumnya dikenal sebagai ulama tingkat menengah, memiliki pengaruh besar di internal pasukan keamanan Iran serta mengelola jaringan bisnis luas di bawah bayang-bayang ayahnya.

Jabatan baru ini memberikannya wewenang absolut atas seluruh urusan negara, termasuk kebijakan luar negeri dan militer.

Terpilihnya Mojtaba juga mematahkan spekulasi mengenai kekosongan kekuasaan setelah ia dilaporkan selamat dari serangan udara AS-Israel pada pekan lalu.

Sumber internal menyebutkan bahwa Mojtaba tidak berada di Teheran saat serangan yang menewaskan ayahnya terjadi.

Ketegangan dengan Donald Trump

Suksesi ini langsung memicu reaksi keras dari Washington.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat meremehkan kapasitas Mojtaba dan menuntut peran AS dalam menentukan Pemimpin Tertinggi Iran baru.

Baca juga: Bikin Resah Warga, Aksi Balap Liar di Jalan Bojong-Serayu Larangan Purbalingga Dibubarkan Polisi

"Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," tegas Trump kepada ABC News sesaat sebelum pengumuman resmi di Teheran.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved