Berita Internasional
Ketegangan Memuncak: Iran Siap Balas Serangan AS, Sebut Seluruh Aset Washington Target Sah
Iran peringatkan AS: Seluruh pangkalan dan aset militer Washington jadi target sah jika agresi dilakukan.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan perangkat militer lainnya ke Timur Tengah.
- Iran mengeluarkan peringatan memperingatkan, seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset militer Amerika Serikat (AS) akan menjadi target yang sah jika Washington benar-benar melancarkan serangan militer.
- Pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeid Iravani kepada PBB
TRIBUNBANYUMAS.COM, NEW YORK CITY - Teheran mengeluarkan ancaman terbuka bahwa seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset militer Amerika Serikat (AS) akan menjadi "target sah" jika Washington melancarkan serangan militer ke wilayah Iran.
Peringatan keras ini muncul di tengah eskalasi tinggi setelah Presiden Donald Trump memberikan tenggat waktu hanya 15 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir baru.
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menegaskan posisi tersebut melalui surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Presiden Dewan Keamanan PBB, Jumat (20/2/2026).
Ia menyatakan bahwa Iran tidak akan ragu melakukan tindakan defensif terhadap pihak manapun yang memulai agresi.
"Seluruh basis, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan tersebut akan menjadi target yang sah dalam konteks tanggapan defensif Iran," tegas Iravani dalam suratnya, sebagaimana dilansir dari AFP.
Baca juga: Khamenei Tebar Ancaman: Sebut Iran Punya Senjata Rahasia untuk Tenggelamkan Kapal Induk AS
Ultimatum 15 Hari dan Risiko Perang Regional
Ketegangan ini dipicu oleh pengerahan besar-besaran kapal perang dan jet tempur AS ke Timur Tengah.
Presiden Donald Trump pada Kamis (19/2) memperketat tekanan dengan memberikan ultimatum kepada Teheran agar segera menyepakati perjanjian terkait program nuklirnya, atau menghadapi konsekuensi militer langsung.
Trump bahkan memberikan sinyal melalui media sosial mengenai kemungkinan penggunaan pangkalan militer sekutu, termasuk milik Inggris di Samudra Hindia, untuk melancarkan serangan jika negosiasi gagal.
Menanggapi hal tersebut, Iravani menilai retorika Trump bukan sekadar gertakan, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas dunia.
"Pernyataan yang bersifat memicu peperangan tersebut menandakan risiko nyata agresi militer, yang konsekuensinya akan menjadi bencana bagi kawasan dan ancaman serius bagi perdamaian internasional," paparnya.
Baca juga: Skeptis Perundingan Jenewa, Netanyahu Tuntut Program Nuklir Iran Dihapus Sepenuhnya
Diplomasi di Ambang Tanduk
Meski situasi memanas, Iran menyatakan tetap membuka pintu diplomasi berdasarkan asas timbal balik.
Sebelumnya, utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner telah melakukan pembicaraan tidak langsung dengan diplomat tinggi Iran di Jenewa pada Selasa (17/2/2026).
Namun, kepercayaan antara kedua negara berada di titik terendah.
| Pelajar Tewas Diduga Korban Tabrak Lari di Jalan Pantura Batang, Motor Diseruduk dari Belakang |
|
|---|
| Selama Ramadan 2026, ASN Pemkab Kebumen Bergantian Bersihkan Masjid. Gerakan Pertama di Desa Ayah |
|
|---|
| Stamina Bakal Terkuras, Persijap Siapkan Strategi Bertahan Sekaligus Menyerang Hadapi Persebaya |
|
|---|
| Kapolrestabes Semarang Tegas Larang Sahur On The Road Selama Ramadan 2026, Bagi-bagi Takjil Boleh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/grafis-iran-serang-qatar.jpg)