Jumat, 5 Juni 2026

Video Berita

Skeptis Perundingan Jenewa, Netanyahu Tuntut Program Nuklir Iran Dihapus Sepenuhnya

PM Israel Benjamin Netanyahu tuntut pembongkaran total program nuklir Iran sebagai syarat mutlak kesepakatan AS-Teheran di Jenewa.

Tayang:
Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan pembongkaran total program nuklir Iran.
  • Pernyataan itu disampaikan saat Amerika Serikat bersiap menggelar putaran kedua pembicaraan nuklir dengan Iran di Jenewa, Swiss.
  • Dilaporkan Netanyahu mengaku skeptis terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan.

TRIBUNBANYUMAS.COM, JENEWA – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara tegas menyerukan pembongkaran total seluruh program nuklir Iran.

Tuntutan keras ini diajukan sebagai syarat utama yang tidak bisa ditawar dalam setiap kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu tepat saat Amerika Serikat tengah bersiap menggelar putaran kedua pembicaraan nuklir dengan Iran di Jenewa, Swiss, Minggu (15/2/2026).

Israel memandang penghapusan kapasitas nuklir Teheran sebagai satu-satunya cara untuk menjamin keamanan di kawasan Timur Tengah.

Meski meja perundingan telah digelar, Netanyahu menyatakan sikap skeptisnya terhadap peluang keberhasilan diplomasi tersebut.

Baca juga: Prabowo Terbang ke AS Temui Donald Trump, Siap Teken Pakta Perdagangan Timbal Balik

Ia meragukan komitmen Iran dalam memenuhi standar internasional dan mendesak sekutu-sekutunya untuk tidak memberikan kelonggaran.

Syarat Mutlak Kesepakatan

Isu Netanyahu bongkar nuklir Iran menjadi sorotan utama karena dianggap dapat memengaruhi arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Israel menegaskan bahwa pembatasan saja tidak cukup; mereka menuntut penghentian total seluruh aktivitas pengayaan uranium dan pembongkaran infrastruktur nuklir milik Iran.

Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran global mengenai eskalasi persenjataan di wilayah konflik.

Bagi Israel, membiarkan Iran memiliki ambang batas kemampuan nuklir adalah ancaman eksistensial yang nyata.

Baca juga: Indonesia Kirim Pasukan ke Gaza, Kemlu: Misi Kemanusiaan Murni di Bawah Kendali Nasional

Ketegangan di Jenewa

Sikap keras pemimpin Israel ini muncul sebagai tekanan diplomatik terhadap Washington agar tetap pada garis kebijakan yang tegas.

Melalui tuntutan ini, Israel ingin memastikan bahwa setiap kesepakatan yang dihasilkan di Jenewa harus mencakup inspeksi ketat dan jaminan bahwa Iran tidak akan pernah bisa mengembangkan senjata nuklir di masa depan.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan dari Teheran maupun Amerika Serikat belum memberikan respons resmi terkait tuntutan terbaru dari Yerusalem tersebut.(sal/tribunnews)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved