Minggu, 26 April 2026

Prabowo Terbang ke AS Temui Donald Trump, Siap Teken Pakta Perdagangan Timbal Balik

Presiden Prabowo Subianto terbang ke AS untuk temui Donald Trump guna menandatangani pakta perdagangan ART dan menghadiri Board of Peace

Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin (16/2/2026).
  • Kunjungan ini dinilai sebagai langkah aktif diplomasi RI di tengah dinamika global yang kian kompleks.
  • Puncak dari kunjungan ini dijadwalkan terjadi pada 19 Februari 2026.
  • Kedua kepala negara direncanakan akan menandatangani Pakta Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART).

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin (16/2/2026).

Kunjungan kenegaraan ini mengusung misi strategis untuk memperkuat posisi ekonomi dan geopolitik Indonesia melalui pertemuan langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam lawatan penting ini, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kunjungan ini dinilai sebagai langkah aktif diplomasi RI di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Puncak dari kunjungan ini dijadwalkan terjadi pada 19 Februari 2026.

Kedua kepala negara direncanakan akan menandatangani Pakta Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Perjanjian ini diharapkan menjadi katalisator baru bagi arus perdagangan kedua negara yang lebih seimbang dan menguntungkan.

Baca juga: Indonesia Kirim Pasukan ke Gaza, Kemlu: Misi Kemanusiaan Murni di Bawah Kendali Nasional

Selain agenda ekonomi, Prabowo temui Donald Trump juga dalam rangka menghadiri pertemuan perdana Board of Peace.

Keterlibatan Indonesia dalam forum ini menegaskan peran Jakarta sebagai aktor kunci dalam menjaga stabilitas dan perdamaian internasional.

Perkuat Posisi Nasional Kehadiran

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rombongan mengindikasikan bahwa pembicaraan mengenai ketahanan energi dan sumber daya mineral strategis akan menjadi salah satu poin krusial dalam diskusi bilateral tersebut.

Diplomasi ini merupakan bagian dari strategi "bebas aktif" Indonesia yang kini lebih menonjolkan kerja sama konkret di sektor perdagangan dan keamanan global.

Melalui Pakta Perdagangan Timbal Balik, Indonesia berupaya mengamankan akses pasar yang lebih luas di Amerika Serikat sekaligus menarik investasi berkualitas ke tanah air. (sal/mtr)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved