Kamis, 23 April 2026

Reshuffle Kabinet Merah Putih

Dulu Usulkan Prabowo Dipecat, Kini Djamari Chaniago Malah Diangkat Menko Polkam

Djamari merupakan sekretaris Dewan Kehormatan Perwira yang yang memberikan rekomendasi pemecatan Prabowo pada tahun 1998.

Editor: Rustam Aji
Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden
DISUMPAH - Pengambilan sumpah jabatan sejumlah meteri yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Rabu (17/9/2025). Dalam reshuffle kabinet ini, Djamari Chaniago (paling kiri) diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA -Pengangkatan Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), cukup mengejutkan.

Pasalnya, Djamari merupakan sekretaris Dewan Kehormatan Perwira yang  memberikan rekomendasi pemecatan Prabowo pada tahun 1998.

Meski begitu, sikap Prabowo yang memberi kedudukan penting kepada Djamari Chaniago, mendapat pujian.

Peneliti Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) Edna Caroline Pattisina menilai, penunjukan Djamari Chaniago menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto bukan seorang pendendam. 

"Presiden Prabowo tetap berusaha untuk tidak mengutamakan dendam, tetapi masih merujuk pada pengalaman dan hubungan personalnya di masa lalu," kata Edna kepada Kompas.com, Rabu (17/9/2025). 

Tampaknya jiwa korsa sebagai prajurit telah meleburkan itu semua.

 Kedekatan personal antara Prabowo dan Djamari dinilai sudah terjalin sejak masa pendidikan di Akabri.

Baca juga: Dua Truk Terguling di Tanjakan Lemahabang Semarang, Warga Kaget Dengar Suara Keras

Prabowo yang masuk Akabri pada 1973, kemudian tinggal kelas dan bergabung dengan angkatan 1974 yang seangkatan dengan Sjafrie Sjamsoeddin.

“Djamari yang merupakan letting 1971 adalah 'pengasuh' letting 1974, yang berarti ia memiliki kedekatan personal dengan Prabowo dan Sjafrie. Djamari bahkan pernah menjadi komandan Prabowo saat mereka sama-sama di Akabri," ujar Edna menjelaskan.

Ditambah lagi, Djamari juga bergabung ke Partai Gerindra besutan Prabowo.

Selain itu, Djamari memiliki pengalaman politik sebagai anggota MPR pada 1997-1998, meski setelahnya lebih banyak berkecimpung di dunia bisnis.

Edna mengingatkan, lingkaran politik dan keamanan (polkam) saat ini banyak diwarnai oleh tokoh-tokoh lama yang memiliki latar belakang serupa.

“Merujuk pada circle polkam di mana Prabowo, Djamari, dan Sjafrie merupakan teman-teman lama, bisa diduga tidak ada suara yang berbeda dalam membuat kebijakan-kebijakan terkait Polkam. Tidak saja ketiganya berasal dari kalangan militer, tetapi juga berasal dari angkatan 70-an yang kurang lebih punya mindset dan budaya dari masa itu," ujar dia.

Baca juga: Kejari Purwokerto Ikut Awasi Tunjangan Perumahan DPRD Banyumas yang Fantastis: Telusuri Dasar Aturan

Di samping itu, penunjukan Djamari juga menegaskan pentingnya faktor senioritas dalam tradisi militer karena posisi Menko Polkam sebagai koordinator menuntut untuk diisi sosok senior.

"Dengan pemberian jabatan Jenderal Kehormatan, Djamari jadi memiliki otoritas sebagai Menteri Koordinator yang di antaranya akan mengoordinasi TNI, Polri, dan Kementerian Pertahanan, selain adanya Wamenhan dan Ses Menko Polhukam yang semuanya dijabat oleh purnawirawan bintang tiga TNI AD," kata Edna.

Diberitakan sebelumnya, posisi Menko Polka sempat diisi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menko Polkam Ad Interim selama satu pekan sebelum pelantikan Djamari.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Dinilai Pinggirkan Dendam Masa Lalu dengan Lantik Djamari Chaniago"

(kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved