Selasa, 26 Mei 2026

Kebumen

Bisa Tarik Kabel Optik, Drone Pancing Kebumen Dijual Rp7,86 Juta

Inovasi Smart Drone Fishing karya Wahid Hasim asal Kebumen maju ke Krenova Jateng 2026 karena mampu lepas umpan jarak jauh, Senin (25/5).

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Agus Iswadi
ALAT PANCING MODERN - Inovator asal Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Wahid Hasim saat menunjukkan unit perangkat teknologi Smart Drone Fishing buatan lokal di Kebumen, Senin (25/5/2026). Alat inovatif pelepas umpan pancing jarak jauh berbasis UAV ini resmi maju mewakili Kabupaten Kebumen dalam ajang Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Jawa Tengah 2026 setelah sukses diuji coba untuk mendongkrak tangkapan nelayan tradisional tanpa perahu. 
Ringkasan Berita:
  • Wahid Hasim, inovator asal Desa Tepakyang Kebumen, menciptakan Smart Drone Fishing yang mengantarkan umpan pancing sejauh 300–500 meter dari pantai. 
  • Teknologi berbiaya produksi Rp5,24 juta ini mewakili Kebumen di ajang Krenova Jateng 2026. 
  • Selain menghemat operasional nelayan untuk tangkap giant trevally atau kakap, drone ini bisa mengirim logistik bencana dan membantu menarik kabel serat optik internet.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Sebuah terobosan inovasi berbasis teknologi yang lahir untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan milik Wahid Hasim, resmi melaju mewakili Kabupaten Kebumen dalam ajang bergengsi Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) tingkat Jawa Tengah 2026.

Inovator yang berasal dari Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen tersebut berhasil mengembangkan perangkat bernama Smart Drone Fishing. Ini merupakan sebuah instrumen teknologi drone pelepas umpan pancing jarak jauh yang sengaja dirancang khusus guna membantu para nelayan tradisional maupun pemancing pesisir agar bisa menjangkau titik-titik potensial berkumpulnya ikan tanpa harus berkendara menggunakan perahu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kebumen, Bahrun Munawir menyampaikan, produk inovasi tersebut sebelumnya telah melewati fase seleksi ketat di tingkat kabupaten sebelum akhirnya resmi didaftarkan dalam kompetisi Krenova di tingkat provinsi.

Baca juga: Pencarian Pakai Drone Pemuda Hilang di Hutan Binangun Cilacap

Inovasi yang masuk ke dalam kategori kelompok masyarakat ini memanfaatkan keunggulan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) alias drone untuk mengantarkan umpan pancing secara presisi hingga menyentuh jarak radius 300–500 meter dari bibir pantai. Melalui kemampuan daya jelajah tersebut, terangnya, para pemancing kini dapat dengan mudah menjangkau area bermainnya ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi seperti giant trevally, kakap, pompano, pari, hingga aneka jenis ikan karang lainnya yang selama ini sangat sulit dicapai jika hanya mengandalkan teknik lempar joran konvensional.

"Lahnya Smart Drone Fishing berangkat dari permasalahan yang kerap dihadapi nelayan tradisional dan pemancing pantai, yaitu keterbatasan jarak lempar umpan yang hanya berkisar 20–50 meter. Padahal, lokasi potensial ikan berukuran besar umumnya berada ratusan meter dari garis pantai. Penggunaan perahu untuk mengantar umpan sering kali memerlukan biaya tambahan dan memiliki risiko keselamatan akibat gelombang laut yang tinggi," tuturnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Senin (25/5/2026).

Menurut pandangan Bahrun, pemanfaatan alat drone fishing ini secara langsung mampu memangkas pengeluaran biaya operasional harian nelayan, seperti ongkos sewa perahu dan pembelian bahan bakar, sekaligus menekan volume emisi gas buang sisa pembakaran dari mesin perahu. Teknologi tepat guna ini juga berkontribusi positif dalam menekan risiko kerusakan ekosistem terumbu karang akibat aktivitas hilir mudik perahu di kawasan perairan pesisir.

Dia menuturkan, produk inovasi ini sudah melalui serangkaian uji coba langsung pada komunitas nelayan dan pemancing pesisir di area Pantai Selatan Purworejo, serta telah digunakan oleh berbagai pelanggan dari dalam maupun luar pulau Jawa.

"Tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu memancing, Smart Drone Fishing juga memiliki potensi pemanfaatan lain, seperti membawa pelampung untuk membantu korban hanyut di pantai, mengirim logistik ringan pada situasi kebencanaan hingga membantu penarikan kabel jaringan internet berbasis serat optik," terangnya merinci fungsi ganda alat tersebut.

Ditinjau dari aspek finansial dan ekonomi, jelas Bahrun, modal biaya produksi untuk merakit satu unit Smart Drone Fishing ini diperkirakan hanya memakan anggaran sekitar Rp5,24 juta. Sementara untuk harga jualnya di pasaran dipatok mulai dari angka Rp7,86 juta untuk varian versi standar. Nilai harga tersebut diklaim jauh lebih murah dan terjangkau apabila disandingkan dengan produk-produk drone fishing impor yang kini banyak beredar di pasaran Indonesia.

Dia mengungkapkan, proyek inovasi ini juga memiliki potensi besar untuk menciptakan ceruk peluang usaha baru sekaligus menggaet penyerapan tenaga kerja lokal dalam proses perakitan komponen-komponen drone, dengan kapasitas produksi saat ini menyentuh tujuh unit per bulannya. Fenomena di Kabupaten Kebumen ini menjadi bukti otentik bahwa inovasi berbasis teknologi mutakhir tidak melulu harus lahir dari pusat-pusat industri raksasa, melainkan bisa tumbuh subur dari daya kreativitas masyarakat desa yang jeli memadukan kebutuhan lokal dengan tren perkembangan teknologi modern.

"Kehadiran inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nelayan tradisional, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak inovasi teknologi tepat guna di Kabupaten Kebumen," pungkasnya. (Ais)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved