Kebumen
Kisah Paryatun Eks PMI Malaysia Sukses Usaha Kue Kering Kebumen, Tembus Jepang
Paryatun (27), mantan PMI Malaysia asal Kebumen sukses rintis Arya Cookies. Kini banjir pesanan hingga 8.000 toples tembus pasar Jepang.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Paryatun, mantan pekerja migran asal Kebumen, sukses mengelola usaha kue kering Arya Cookies yang dirintis sejak 2020.
- Berawal dari belajar otodidak via media sosial, kini ia memproduksi hingga 9.000 toples saat momen Lebaran.
- Dengan bantuan 10 pekerja, usahanya menawarkan 30 varian kue dengan pasar yang merambah hingga ke Jepang.
- Harga yang ditawarkan terjangkau, mulai dari Rp20 ribu hingga paket hampers Rp95 ribu.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Berawal dari coba-coba, mantan pekerja migran, Paryatun (27) kini sukses mengelola usaha kue kering dan selalu ramai pesanan menjelang momen Lebaran.
Di tempat produksi yang berada di rumahnya wilayah Dusun Putat, Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, sejumlah pekerja sibuk membuat kue kering guna memenuhi permintaan konsumen untuk momen Lebaran tahun ini.
Ibu satu anak itu memulai usaha kue kering yang diberi nama Arya Cookies sejak 2020 lalu dan bertahan hingga saat ini.
Baca juga: Kisah Inspiratif Difabel di Wonosobo Sukses Bisnis Kue Kering, Punya 5 Karyawan
Sebelum memulai usaha itu, Paryatun belajar secara otodidak dari media sosial sepulang dari bekerja sebagai migran di Malaysia.
Belajar Secara Otodidak
Perempuan itu menceritakan, begitu lulus sekolah ia langsung bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada 2017.
Akan tetapi, dia kemudian dipulangkan ke tanah air berselang hampir dua tahun karena pabrik tempatnya bekerja tutup.
"Di situlah saya mikir, putar otak bagaimana bisa punya uang. Pas itu momennya mau Lebaran jadi ya coba-coba dulu. Alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (15/2/2026).
Setelah belajar secara otodidak, dia memproduksi kue kering kemudian dibagikan kepada tetangga dan mendapatkan respons yang bagus.
Dia lantas memutuskan untuk memproduksi kue kering dan dipasarkan secara online. Semula Paryatun membidik target pasar para pekerja migran.
Tembus Pasar Jepang
Dari awalnya puluhan toples kue kering, pemesanan dari konsumen terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Menurutnya, pemesanan kue kering biasanya mengalami peningkatan signifikan menjelang Lebaran.
Dia menjual sekitar 9.000 toples kue kering saat momen Lebaran tahun lalu.
"Tahun ini alhamdulillah sudah masuk 8.000 toples. Untuk pengiriman paling jauh ini ke Jepang," ungkapnya.
Dia melayani pemesanan tiga bulan sebelum Lebaran dan pemesanan kue kering dari konsumen ditutup dua minggu sebelum hari raya.
Ada 30 lebih varian kue kering yang diproduksinya dengan dibantu oleh 10 pekerja.
| Sempat Ramai Insiden Tabrakan Mobil Mainan, Alun-Alun Kebumen Kini Steril |
|
|---|
| Pemkab Kebumen Bedah 145 Kasus Anak Lewat Raperda KLA di Gedung DPRD |
|
|---|
| Bupati Lilis Beri 5 Penghargaan UPZ Pengumpul ZIS di Setda Kebumen |
|
|---|
| Penari Kebumen Pentaskan Sendratari Karangbolong di TMII Jakarta |
|
|---|
| Sekda Edi Rianto Andalkan 500 PNS Pensiun Tekan Belanja di Kebumen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260215-PARCEL-HAMPERS-LEBARAN.jpg)