Jumat, 24 April 2026

Banyumas

Telan Rp 15 Miliar, Kota Lama Banyumas Kini Secantik Malioboro

Revitalisasi Kota Lama Banyumas tuntas, kini jadi pusat budaya dan ekonomi yang kian estetik bagi warga dan wisatawan di awal tahun 2026.

Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
JALAN MRUYUNG - Sejumlah warga tampak berswafoto di Jalan Mruyung yang merupakan kawasan Kota Lama Banyumas, Selasa (27/1/2026). Kota Lama Banyumas menjadi ruang kreatif, kebudayaan dan pertumbuhan ekonomi. 

Ringkasan Berita:
  • Revitalisasi senilai Rp 15 miliar dari Kementerian PU mengubah wajah Kota Lama Banyumas menjadi lebih tertata dan ramah pedestrian. 
  • Dampaknya, pendapatan PKL meningkat drastis dan muncul unit usaha baru seperti kafe hingga toko batik. 
  • Pemerintah setempat juga menggenjot 91 event seni budaya per tahun. 
  • Namun, pemerhati sejarah mendesak agar kawasan ini segera ditetapkan sebagai cagar budaya secara hukum guna perlindungan aset.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Lampu hias bergaya vintage menyambut Retno (37) dan tiga temannya saat memasuki Jalan Mruyung yang merupakan kawasan heritage Kota Lama Banyumas.

Bagi Retno, kawasan itu telah banyak mengalami perubahan yang signifikan.

Jalur pedestrian kini semakin luas dengan lebar sekira 2,5 meter, sedangkan jalanannya menggunakan paving block selebar 5 meter.

Baca juga: Dibangun Leluhur Presiden Prabowo, Ini Sejarah Kota Lama Banyumas

Di area tersebut juga tersedia banyak tempat duduk dan taman kecil yang menghias sepanjang jalan.

"Sekarang lebih estetik, jadi lebih nyaman karena jalannya bagus," kata Retno, seorang guru dari Kecamatan Kalibagor, Selasa (27/1/2026).

Ia menyebut Kota Lama Banyumas tak pernah membosankan, terlebih setelah revitalisasi selesai di pertengahan 2025.

Dampak Ekonomi Warga

Semakin ramainya kunjungan turut dirasakan oleh Martin (54), pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-alun Banyumas.

Menurutnya, penataan beberapa tahun terakhir membuat kawasan yang dulunya semrawut menjadi jauh lebih rapi.

"Sekarang banyak kegiatan kebudayaan, seperti tari. Ada perkembangan dan kemajuan, dagangan juga jadi laris," ungkap Martin.

Keberadaan ikon Pesawat MIG 17 Fresco dan Panser Anoa di Alun-alun juga menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.

Revitalisasi kawasan ini menggunakan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) senilai Rp 15 miliar.

Camat Banyumas, Jakarta Tisam atau yang akrab disapa Jek, menjelaskan pembangunan mencakup tiga zona:

Ruang Kreatif Budaya

"Setelah selesai revitalisasi, karena mungkin seperti Malioboro, banyak orang yang penasaran berkunjung. Kami sudah menjadwalkan 91 event Peken Banyumasan dalam setahun," jelas Jek.

Event ini bertujuan mendorong kreativitas masyarakat dan melestarikan budaya lokal.

Pertumbuhan ekonomi juga terlihat dari munculnya kafe, toko roti, penginapan, hingga toko batik.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved