Selasa, 28 April 2026

Kebumen

Musim Hujan, Perajin Jas Hujan Kebumen Banjir Order 10 Kali Lipat

Mufti Hadiqul Fuadi, pengrajin jas hujan asal Kebumen kebanjiran order. Produksi melonjak hingga 1.000 pcs per hari saat musim hujan.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Agus Iswadi
Kejar Target: Pengrajin jas hujan asal Desa Bojong, Kebumen, Mufti Hadiqul Fuadi (34) saat mengepak pesanan bersama pekerjanya guna memenuhi permintaan yang melonjak di musim hujan, Rabu (14/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Mufti Hadiqul Fuadi (34), pengrajin jas hujan di Desa Bojong, Kebumen, mengalami lonjakan pesanan drastis selama musim penghujan. 
  • Target produksi ditingkatkan dari 50-100 pcs saat kemarau menjadi 1.000 pcs saat hujan dengan memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja. 
  • Pemasaran dilakukan secara online menjangkau seluruh Indonesia dengan harga jual mulai Rp70 ribu hingga Rp200 ribu per potong.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Musim penghujan membawa berkah tersendiri bagi Mufti Hadiqul Fuadi (34), seorang pengrajin jas hujan asal Kabupaten Kebumen

Warga Desa Bojong, Kecamatan Alian ini mengaku kewalahan melayani pesanan yang datang bertubi-tubi.

Usaha produksi jas hujan yang telah dirintisnya sejak tiga tahun lalu itu kini tengah memanen hasil maksimal.

Baca juga: Waspada! Cuaca Ekstrem Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Cilacap Hingga Awal Maret

Mufti menceritakan, bisnis ini bermula dari pengalaman sederhananya berjualan daring.

"Awal mula saya jualan online, reseller, kemudian mencoba memproduksi sendiri," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (14/1/2026).

Produksi Naik Drastis

Permintaan pasar yang melonjak memaksa Mufti menggenjot kapasitas produksinya.

Ia membandingkan volume produksi saat kondisi normal (musim panas) dengan musim penghujan saat ini.

"Musim hujan kita target (produksi) 1.000 pcs. Kalau musim panas paling 50-100 pcs," terangnya.

Untuk memenuhi target tersebut, Mufti tidak bekerja sendiri.

Ia menambah jumlah pekerja dengan merekrut warga sekitar.

Bahkan, tenaga kerjanya kini meluas tidak hanya dari desa setempat, tetapi juga merambah ke warga kecamatan lain.

Rambah Pasar Nasional

Terkait pemasaran, Mufti mengandalkan kekuatan teknologi digital.

Mayoritas penjualan dilakukan secara online, sehingga jangkauan pasarnya sangat luas hingga ke luar pulau. 

"Alhamdulillah. Untuk customer kita di seluruh Indonesia karena online," ujarnya. 

Produk jas hujan buatan Mufti tersedia dalam berbagai varian, mulai dari setelan baju celana hingga model ponco, baik untuk ukuran anak-anak maupun dewasa.

Harganya pun cukup kompetitif, dibanderol mulai dari Rp70 ribu hingga Rp200 ribu per potong. 

Meski saat ini masih kewalahan memenuhi permintaan agen domestik, Mufti sudah memiliki rencana besar untuk mengekspor produk jas hujan buatannya ke pasar luar negeri di masa depan.  (Ais)


 

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved