Berita Banyumas
Luncurkan Salin Aslimas, Pemkab Banyumas Ajak ASN Lindungi Pekerja Rentan Lewat Jaminan Sosial
Pemkab Banyumas ajak ASN lindungi pekerja rentan dalam jaminan sosial lewat program Salin Aslimas.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Pemkab Banyumas meluncurkan program Salin Aslimas untuk melindungi pekerja rentan dalam hal jaminan sosial.
- Salin Aslimas ini mengajak ASN Banyumas mengangkat satu pekerja untuk didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
- Para ASN pun tak harus membayar iuran rutin lantaran pendanaan akan diambilkan dari Baznas.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, didorong "mengangkat" satu pekerja rentan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Langkah ini menjadi inti peluncuran program Salin Aslimas (Sadewo Lintarti ASN Lindungi Pekerja Rentan Banyumas) yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Program tersebut resmi diluncurkan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono didampingi Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto Vinca Meitasari, serta unsur Forkopimda, di halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Jumat (1/5/2026).
Program Salin Aslimas menjadi bagian dari komitmen Pemkab Banyumas menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif dan berkeadilan, khususnya bagi kelompok pekerja rentan yang selama ini berada di sektor informal.
Bupati Sadewo menegaskan, Salin Aslimas merupakan upaya konkret pemerintah daerah memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor informal yang selama ini belum terjangkau.
"Program ini tidak hanya meresmikan kebijakan, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi para pekerja rentan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis.
Baca juga: Sadewo Minta Bawahannya Dukung Program Trilas, Jangan Hanya Omon-omon
Ia menjelaskan, sasaran program ini mencakup pekerja informal seperti asisten rumah tangga, pedagang keliling, hingga pekerja serabutan.
Pada tahap awal, sebanyak 1.065 pekerja rentan telah mendapatkan perlindungan melalui skema BPJS Ketenagakerjaan.
Sadewo menargetkan, cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Banyumas meningkat dari 37,18 persen pada 2025, menjadi 41,95 persen pada 2026.
Untuk mendukung capaian tersebut, pihaknya mengimbau seluruh ASN di Banyumas berpartisipasi aktif dengan melindungi minimal satu pekerja rentan di lingkungan masing-masing.
"Jika seluruh ASN ikut berpartisipasi maka penambahan kepesertaan akan signifikan," katanya.
Ditemui seusai acara, Sadewo menegaskan, partisipasi ASN bersifat imbauan, bukan kewajiban.
Menurutnya, setiap ASN cukup mengampu satu pekerja rentan dengan cara membantu pendaftaran dan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
"Kalau seluruh ASN yang jumlahnya sekitar 15 ribu orang ikut maka potensi tambahan kepesertaan bisa sangat besar," jelasnya.
Baca juga: Janji Bupati Sadewo di Hadapan Presiden Prabowo, Banyumas Zero Sampah Tahun 2028
| MinyaKita Mendadak Langka di Purwokerto saat Harga Minyak Goreng Melonjak |
|
|---|
| Naik! Harga Minyak Goreng di Pasar Purwokerto Hari Ini Rp 23 Ribu per Liter |
|
|---|
| Amanah Perbup, Pakar Dorong Satgas Kawasan Tanpa Rokok Banyumas Segera Dibentuk |
|
|---|
| Dampaknya Dahsyat, Desa di Pelosok Banyumas Ini Larang Warganya Merokok di Rumah dan Tempat Umum |
|
|---|
| Ingin Tontonan, Pengunjung Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman Purwokerto Usulkan Bioskop Mini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260501-wakil-bupati-banyumas-serahkan-kepesertaan-bpjs-ke-pekerja-rentan.jpg)