Kunjungan Presiden Prabowo ke Banyumas
BREAKING NEWS - Hari Ini Prabowo akan Kunjungi TPST BLE Kalibagor Banyumas, Apa Keistimewaannya?
TPA BLE Banyumas sukses ubah sampah jadi ekonomi sirkular, pangkas biaya operasional daerah dari Rp30 miliar menjadi Rp5 miliar per tahun.
Penulis: rajif | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Banyumas berhasil membuktikan bahwa sampah bukan lagi beban anggaran, melainkan mesin penggerak ekonomi.
- Melalui operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Wlahar Wetan, pemerintah daerah sukses memangkas biaya pengelolaan sampah tahunan secara drastis dari Rp30 miliar menjadi hanya Rp 5 M per tahun.
- Keberhasilan ini dicapai berkat penerapan konsep zero waste dan ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi komoditas bernilai jual
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Rencananya Presiden Prabowo Subianto akan mengunjungi dan melihat langsung proses pengolahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/4/2026) pukul 09.30 WIB.
Apa sebenarnya keistimewaan dari TPST BLE di Desa Wlahar Wetan, Kalibagor ini? Tribunbanyumas melaporkannya berikut ini!
Kabupaten Banyumas berhasil membuktikan bahwa sampah bukan lagi beban anggaran, melainkan mesin penggerak ekonomi.
Melalui operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Wlahar Wetan, pemerintah daerah sukses memangkas biaya pengelolaan sampah tahunan secara drastis dari Rp30 miliar menjadi hanya Rp 5 miliar per tahun.
Keberhasilan ini dicapai berkat penerapan konsep zero waste dan ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi komoditas bernilai jual tinggi.
Transformasi Sampah Menjadi Pendapatan
Kala itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, menyatakan bahwa kehadiran TPA BLE bertujuan meningkatkan kualitas layanan pengelolaan sampah sekaligus menjawab kompleksitas permasalahan lingkungan di tingkat daerah.
Baca juga: Reshuffle Kabinet Merah Putih: Prabowo Lantik Jumhur Hidayat hingga Dudung Abdurachman
"Pemerintah menyadari pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga melibatkan masyarakat baik di tingkat rumah tangga maupun TPS 3R," ujar Diana.
Berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektar dengan investasi mencapai Rp 60 miliar (APBN dan APBD), fasilitas ini mengolah hingga 75 ton sampah per hari. Sampah yang masuk disaring dan diproses menjadi berbagai produk:
Sampah Organik: Diolah menjadi kompos dan budidaya maggot untuk pakan ternak.
Sampah Anorganik: Didaur ulang menjadi material bangunan seperti paving block dan genteng plastik.
Residu: Diproses menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif industri.
Pemberdayaan 70 Kelompok Swadaya Masyarakat
Selain efisiensi anggaran, TPA BLE Banyumas telah menjadi lapangan kerja baru. Saat ini, terdapat sekitar 70 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang terlibat aktif dalam rantai pengumpulan hingga pengolahan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, mendorong warga untuk memanfaatkan aplikasi digital seperti Salinmas dan Jeknyong. Melalui aplikasi ini, masyarakat yang memilah sampah dari rumah bisa mendapatkan insentif berupa uang tunai.
Baca juga: Rotasi di Pemprov Jateng Bergerak: Sasar 27 Pejabat Tinggi dan Kepala Dinas, 2 Kadis Diganti
| Bangganya Fahmi Pemkab Purbalingga Raih Penghargaan Berkinerja Tinggi |
|
|---|
| Profil Jumhur Hidayat, Aktivis Mantan Napi yang Dilantik Prabowo Jadi Menteri LH |
|
|---|
| Suara Bergetar Eks Bos Sritex di Sidang Pembelaan, Minta Jangan Dipidana |
|
|---|
| Hancur Sudah Perasaan Calon Haji Kendal, Gagal Berangkat hanya Alasan Kesehatan |
|
|---|
| Pasien Sekarat Diminta Serahkan ATM, Sultan Nusantara Tipu Warga Setengah Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/21102025-presiden-prabowo.jpg)