Kamis, 7 Mei 2026

Berita Banyumas

Payung Shufa Pecahkan Rekor MURI di Puhua School Purwokerto, Angkat Tema Toleransi

Rekor ini bukan soal prestise, tetapi deklarasi bahwa keberagaman adalah kekuatan yang memajukan pendidikan Indonesia

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rustam Aji
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
PAYUNG SHUFA - Instalasi seni-edukatif bertajuk "Penulisan Kaligrafi Mandarin pada Media Payung Terbanyak" yang digelar di Aula Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Puhua School Purwokerto resmi diresmikan, Sabtu (25/4/2026). Sebanyak 3.024 payung kertas berdiameter 20 cm disusun menjadi instalasi visual besar di dua sisi dinding aula sekolah.  

Ringkasan Berita:
  • Instalasi seni-edukatif bertajuk "Penulisan Kaligrafi Mandarin pada Media Payung Terbanyak" yang digelar di Aula Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Puhua School Purwokerto resmi diresmikan, Sabtu (25/4/2026).
  • Perwakilan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), Ari Andriani, menegaskan karya tersebut memenuhi unsur penting dalam pencatatan rekor.
  • Sebanyak 3.024 payung kertas berdiameter 20 cm disusun menjadi instalasi visual besar di dua sisi dinding aula sekolah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Instalasi seni-edukatif bertajuk "Penulisan Kaligrafi Mandarin pada Media Payung Terbanyak" yang digelar di Aula Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Puhua School Purwokerto resmi diresmikan, Sabtu (25/4/2026).

Perwakilan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), Ari Andriani, menegaskan karya tersebut memenuhi unsur penting dalam pencatatan rekor.

"Instalasi ini memenuhi unsur karya, superlatif, dan keunikan berupa karya nyata pendidikan multikultural, menggunakan 3.024 payung kertas berkaligrafi Mandarin dengan skala besar di lingkungan pendidikan, serta melibatkan partisipasi kolektif," ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari puncak perayaan 20 tahun berdirinya Puhua School Purwokerto sekaligus diajukan sebagai rekor MURI dengan kategori "Payung Shufa Terbanyak".

Sebanyak 3.024 payung kertas berdiameter 20 cm disusun menjadi instalasi visual besar di dua sisi dinding aula sekolah. 

Setiap payung memuat kaligrafi Mandarin bertema "You Jiao Wulei - Pendidikan Tanpa Perbedaan", "20 Tahun Puhua", hingga "I Love Indonesia".

Baca juga: Kisah Inspiratif Siti Nafiah: Kuliahkan Anak dan Wujudkan Impian Haji dari Sisa Laba Jualan Tempe

Pemilihan payung bukan tanpa alasan

Medium ini melambangkan naungan dan perlindungan, selaras dengan peran sekolah sebagai ruang aman bagi semua peserta didik tanpa diskriminasi.

Puhua School sendiri merupakan satuan pendidikan berstatus Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) dengan akreditasi A, memiliki jenjang lengkap dari KB-TK hingga SMA, sejak berdiri pada 30 April 2006.

Filosofi utama yang diusung adalah You Jiao Wulei atau "Pendidikan Tanpa Perbedaan", yang menjadikan sekolah ini sebagai miniatur keberagaman Indonesia.

Proses pembuatan selama 8 bulan, dengan melibatkan seluruh komunitas dimulai sejak 16 Agustus 2025.

Instalasi ini bukan karya instan

Tahapan meliputi, perumusan konsep dan desain visual, penyusunan teknis dan pembangunan kerangka, penulisan kaligrafi oleh guru native sejak 22 Maret 2026. 

Karya ini melibatan siswa, guru, orang tua, alumni, hingga manajemen dan pemasangan instalasi pada awal April hingga finishing pertengahan April. 

Seluruh rangkaian ini menjadi simbol gotong royong komunitas sekolah yang disebut sebagai "Mini Indonesia".

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved