Rabu, 22 April 2026

Banyumas

Berkah Puasa Ramadan, Kunjungan Puskesmas di Banyumas Menurun

Dinkes KB Banyumas mencatat penurunan hingga 8.000 kunjungan pasien di 40 puskesmas selama 10 hari pertama Ramadan

Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
KUNJUNGAN PASIEN PUSKESMAS: Suasana pelayanan masyarakat yang berobat di Puskesmas Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Selasa (3/3/2026). Dinkes KB Banyumas mencatat terjadi tren penurunan hingga 8.000 kunjungan pasien di 40 puskesmas se-Banyumas selama 10 hari pertama bulan suci Ramadan ini. 
Ringkasan Berita:
  • Tingkat kesehatan masyarakat Kabupaten Banyumas meningkat di awal Ramadan, ditandai dengan turunnya angka kunjungan periksa di puskesmas.
  • Dinkes KB Banyumas mencatat adanya penurunan hingga 8.000 kunjungan di 40 puskesmas selama 10 hari pertama puasa akibat pola makan yang lebih teratur.
  • Masyarakat diimbau untuk mempertahankan kedisiplinan pola gizi seimbang ini, serta membatasi asupan santan dan manis saat momen Lebaran nanti.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Banyumas mengungkapkan bahwa tingkat kesehatan masyarakat terpantau meningkat signifikan di awal bulan suci Ramadan tahun ini.

Hal itu terlihat secara nyata dari turunnya angka kunjungan periksa pasien di puluhan puskesmas dalam 10 hari pertama puasa Ramadan.

Turun Delapan Ribu

Baca juga: Oknum Kepala Puskesmas di Blora Dilaporkan Suaminya karena Dugaan Perselingkuhan

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes KB Banyumas, dr Anwar Hudiono mengatakan, ada penurunan angka kunjungan masyarakat yang berobat di 40 puskesmas se-Kabupaten Banyumas.

Dalam kurun waktu 10 hari pertama Ramadan, angka penurunannya tercatat mencapai 8.000 kunjungan.

"Di awal Ramadan, sepertinya masyarakat disiplin mengatur pola makan dengan baik. Sehingga kunjungan berobat di puskesmas juga menurun," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (3/3/2026).

Dampak Positif Puasa

Anwar mengatakan, tren penurunan ini termasuk dalam dampak kesehatan dan manfaat langsung dari ibadah puasa. Masyarakat dinilai mampu menjaga pola makannya dengan lebih teratur sehingga kondisi metabolisme tubuhnya menjadi lebih baik.

Tetapi, ia mengimbau agar masyarakat tetap mempertahankan kedisiplinan pola makan yang baik ini, termasuk saat momen perayaan Lebaran tiba nantinya.

"Biasanya, H-5 sampai H+5 Lebaran, akan naik signifikan. Faktornya warga yang mudik sakit dan pola makan warga yang sudah teratur saat Ramadan, kembali (berantakan) ke sebelumnya," ungkapnya mengingatkan.

Tips Jaga Kesehatan

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinkes KB Banyumas, dr Dani Esti Novia turut mengimbau masyarakat agar tetap konsisten menjaga kesehatannya dengan baik seperti di awal-awal Ramadan.

Ia pun memberikan sejumlah tips medis untuk menjaga kesehatan agar tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa.

Maka saat makan sahur, masyarakat sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang memenuhi gizi seimbang, mengurangi gorengan atau minyak, dan minum air putih yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi kronis.

"Jadi makanan yang dimakan harus memenuhi serat, karbohidrat, protein, dan lemak yang cukup," jelasnya.

Batasi Asupan Manis

Dani mengatakan, asupan cairan berupa air putih yang cukup sangat krusial saat sahur dan berbuka. Ia juga sangat menyarankan agar warga mulai membatasi asupan yang rentan mengganggu kesehatan tubuh secara jangka panjang.

Termasuk saat perayaan Lebaran nanti, konsumsi makanan bersantan dan minuman manis harus dibatasi secara ketat demi kebaikan bersama.

"Jika banyak makan yang manis akan menimbulkan kadar gula darah meningkat, terutama pada penderita diabetes melitus," pungkasnya. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved