Perampokan di Kebasen Banyumas
Polisi Buru Perampok di Kebasen Banyumas: 2 Laki-laki dengan Logat Ngapak
Polisi memburu pelaku perampokan di Kebasen Banyumas. Keterangan dari korban, pelaku merupakan dua laki-laki yang memiliki logat ngapak.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Polisi memburu dua pelaku perampokan di Kebasen Banyumas.
- Berdasarkan keterangan korban, pelaku dua laki-laki yang memiliki logat ngapak.
- Saat beraksi, perampok itu mengancam dengan celurit dan memukul korban.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Polisi memburu dua perampok yang menyatroni rumah lansia di Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Berdasarkan keterangan korban, perampok tersebut memiliki logat ngapak dan beraksi sambil membawa senjata tajam jenis celurit.
Perampokan itu dialami Parsiti (70) dan anaknya, Parno (44).
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi mengatakan, perampokan tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (15/2/2026) dini hari, sekitar pukul 00.05 WIB.
Laporan adanya perampokan itu baru diterima petugas sekitar pukul 02.00 WIB.
Baca juga: "Mau Hidup atau Mati?". Perampok di Kebasen Banyumas Ancam dan Pukul Korban, Beraksi saat Hujan
Petrus menduga, kedua perampok itu sudah ada di dalam rumah saat korban beristirahat.
"Saat korban keluar kamar, dua pelaku yang sudah berada di dalam rumah langsung melakukan penganiayaan, mengikat tangan korban menggunakan lakban, serta mengancam dengan senjata tajam jenis celurit," jelas Petrus, Senin (16/2/2026).
Anak Parsiti, Parno, yang mendengar keributan itu juga keluar kamar dan mendapat perlakuan yang sama.
Dari pemeriksaan polisi, perampok membawa kabur uang tunai Rp7.350.000, sejumlah perhiasan emas yang masih dalam pendataan, serta tiga kartu ATM milik anggota keluarga korban yang disertai nomor PIN.
Petrus mengatakan, polisi masih memburu kedua pelaku perampokan tersebut berbekal hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi.
"Saat ini, kami terus mengintensifkan pengumpulan keterangan dari pelapor maupun para saksi sekaligus memburu keberadaan terduga pelaku," ujar Petrus.
Logat Ngapak
Sementara, Kepala Dusun Karangsari Ikung menuturkan, informasi yang diterima dari korban, perampokan itu dilakukan dua orang laki-laki.
Diduga, pelaku berasal dari daerah sekitar karena dikenali korban berbicara menggunakan logat ngapak.
Menurut Ikung, perampokan itu terjadi saat wilayah tersebut diguyur hujan deras sehingga tak banyak warga yang mengetahui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/13022026-Kapolresta-Banyumas-Kombes-Pol-Petrus-Silalahi.jpg)