Senin, 13 April 2026

Banyumas

Hari Jadi ke-455 Banyumas, Pedagang Kecil Berharap Kesejahteraan

Pedagang kecil di Purwokerto keluhkan sepinya pembeli saat Kirab Pusaka Hari Jadi ke-455 Banyumas, Minggu (15/2/2026).

Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
Menanti Pembeli, Karwen pedagang makanan asal Sumampir merapikan dagangannya di Jalan Jenderal Soedirman saat momen Hari Jadi ke-455 Banyumas, Minggu (15/2/2026). Ia berharap pemerintah lebih sering menggelar acara untuk membantu ekonomi pedagang kecil. 

Ringkasan Berita:
  • Para pedagang kecil di Jalan Jenderal Soedirman mengandalkan keramaian Hari Jadi ke-455 Banyumas untuk mencari rezeki.
  • Faktor cuaca gerimis menyebabkan jumlah pengunjung tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
  • Beberapa pedagang mengaku dagangannya belum laku atau baru terjual sedikit hingga menjelang siang hari.
  • Di sisi lain, prosesi Kirab Pusaka yang mengarak empat pusaka kebesaran daerah tetap dilaksanakan pada Minggu pagi.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Harapan sederhana datang dari para pedagang kecil yang berjualan di sekitar Jalan Jenderal Soedirman dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas, Minggu (15/2/2026).

Karwen, pedagang makanan dan minuman asal Sumampir, Purwokerto Utara, berharap peringatan hari jadi daerah benar-benar membawa kesejahteraan bagi rakyat kecil seperti dirinya.

"Harapannya Banyumas itu adil, aman, sejahtera, dan memperhatikan pedagang kecil seperti saya ini," katanya kepada Tribunbanyumas.com.

Baca juga: Harapan Pelaku UMKM di Menara Teratai Purwokerto di HUT Ke-455 Banyumas: Dapat Tempat Jualan Layak

Harapan Rakyat Kecil

Ia mengaku sangat mengandalkan keramaian acara seperti peringatan hari jadi daerah, karena biasanya pembeli datang lebih banyak.

Namun, kondisi kali ini tak seramai yang ia harapkan.

"Kalau lagi acara begini sebenarnya lumayan, cuma kita hanya mengandalkan yang pada lihat. Kalau acaranya ramai ya alhamdulillah dapat lumayan," ujarnya.

Menurutnya, hingga siang hari, dagangannya baru laku satu es teh dan satu pop mie.

Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, banyak pengunjung yang menggelar tikar di depan tenda dagangannya.

"Baru laku es teh sama pop mie satu. Harapannya diperbanyak lagi acara event, biar kita bisa berdagang juga," jelasnya.

Hal senada disampaikan Rasiman, penjual cilok yang juga berjualan di sekitar lokasi acara.

Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan nasib pedagang kecil.

"Harapannya yang baik-baik, semoga rakyatnya makin sejahtera. Pejabatnya ya yang mikirin kita rakyat kecil," ujarnya sambil tersenyum.

Dampak Cuaca Gerimis

Harapan serupa juga datang dari Sukardi, penjual es dawet ayu asal Teluk, Sokaraja.

Ia mengaku hingga menjelang siang, dagangannya belum laku sama sekali.

"Biasanya jam segini sudah ramai, tapi memang kurang ramai karena ada gerimis. Sampai jam 11 ini saya belum laku satupun," katanya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved