Kamis, 7 Mei 2026

Pemprov Jateng

Program Satu OPD Satu Desa Dampingan Pemprov Jateng Tuai Apresiasi

Pemprov Jateng targetkan pendampingan 76 desa di 2026 melalui program Satu OPD Satu Desa guna percepatan pengentasan kemiskinan

Tayang:
Editor: Rustam Aji
PEMPROV JATENG/dok.humas Pemprov Jateng
BERHASIL DIREHAB - Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kediri, Kabupaten Banyumas, berhasil direhabilitasi melalui Program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). 

Ringkasan Berita:
  • Program Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa Dampingan yang digulirkan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah menuai apresiasi dari sejumlah kepala desa. 
  • Kepala Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Kusno menyampaikan terimakasih kepada Biro Umum Pemprov yang telah memberikan pembinaan kepada desanya selama 2025. 
  • Melalui pembinaan itu, banyak yang bisa dipetik manfaatnya, mulai bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan sembako hingga pemberdayaan

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS – Sebanyak 30 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kediri, Kabupaten Banyumas, berhasil direhabilitasi melalui Program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).

Program ini terbukti efektif memberikan dampak langsung pada kesejahteraan warga melalui bantuan fisik dan pemberdayaan ekonomi.

Kepala Desa Kediri, Kusno, mengungkapkan bahwa intervensi dari Biro Umum Pemprov Jateng selama tahun 2025 telah meringankan beban warganya secara signifikan.

Selain perbaikan rumah dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit, desa tersebut juga menerima bantuan sembako, bibit ikan, hingga pelatihan pemberdayaan masyarakat.

“Kami sampaikan terima kasih sedalam-dalamnya. Bantuan ini sangat membantu, terutama perbaikan 30 unit RTLH yang kini sudah lebih layak huni,” ujar Kusno di Balai Desa Kediri, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Rumah Anggota DPRD Jateng di Capgawen Pekalongan Ditembak Orang Tak Dikenal, Pelaku Kendarai Motor

Komitmen Pengentasan Kemiskinan Jawa Tengah

Melihat keberhasilan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat komitmen dalam program desa dampingan.

Ia menegaskan bahwa pola pendampingan satu desa oleh satu dinas tetap menjadi strategi andalan dalam mengakselerasi penurunan angka kemiskinan.

"Program ini akan terus disesuaikan dengan visi misi kami maupun program tahunan, mulai dari fokus infrastruktur, ketahanan pangan, hingga pertumbuhan ekonomi," kata Taj Yasin.

Menurut Gus Yasin, sapaan akrabnya, evaluasi akan terus dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing desa.

Baca juga: Pemprov Jateng Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Pajak Kendaraan di 2026, Malah Siapkan Diskon 5 Persen

Target 2026: Jangkau 76 Desa di 16 Kabupaten

Berdasarkan data Pemprov Jateng, Program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang berjalan sejak 2019 telah menyentuh 452 desa di seluruh Jawa Tengah. Intervensi yang dilakukan mencakup aspek fundamental seperti:

Perbaikan RTLH dan sanitasi (Jambanisasi).

Pemberdayaan UMKM dan dorongan desa ekspor.

Pemberian bantuan bibit dan ketahanan pangan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved